Jaya Ancol Incar Pendapatan Tumbuh 10%

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 14 May 2018 20:13 WIB
pembangunan jaya ancol
Jaya Ancol Incar Pendapatan Tumbuh 10%
Jajaran direksi Pembangunan Jaya Ancol. (FOTO: dok PJAA)

Jakarta: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2018 bisa mencapai 10 persen, dengan perolehan bottom line atau laba bersih di kisaran 24-25 persen.

Pengelola kawasan properti dan rekreasi Ancol Taman Impian ini akan merealisasikan beberapa inovasi yang sudah dimulai sejak 2017 dan fokus mengembangkan segmen properti dan rekreasi di 2018.

"Wahana Dufan dan Atlantis di 2018 diharapkan pendapatannya bisa tumbuh 10 persen. Tahun lalu Dufan dan Atlantis sumbang pendapatan Rp1,1 triliun. Jadi tahun ini harus tumbuh 10 persen dari itu," ungkap Wakil Direktur Utama PJAA Teuku Sahir Syahali, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Seperti diketahui, sepanjang 2017 pendapatan Jaya Ancol mengalami penurunan sebesar 3,48 persen, dari Rp1,28 triliun pada 2016 menjadi Rp1,24 triliun. Namun perseroan meningkatkan laba cukup tinggi yaitu sebesar 68,33 persen, dari Rp130,82 miliar di 2016 menjadi Rp220,22 miliar di 2017. 

Beberapa hal yang mendukung antara lain adalah peningkatan pertumbuhan pengunjung di 2017 sebesar 3,47 persen dari 18,1 juta di 2016 menjadi 18,7 juta di 2017. Selain itu, kenaikan laba ini juga disebabkan oleh beban lain-lain yang turun 79 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2017, segmen rekreasi membukukan pendapatan sebesar Rp1.152 miliar, naik lima persen dari 2016 yang sebesar Rp1.096 miliar. Rekreasi juga masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan dengan mendominasi sebesar 92 persen dari total pendapatan perseroan.

Sahir menambahkan, terkait beberapa inovasi yang dilakukan Jaya Ancol di segmen rekreasi selama 2017 adalah penambahan empat wahana baru di Dunia Fantasi, dua wahana baru di Ocean Dream Samudera, penambahan biota baru di Seaworld Ancol dan penambahan fasilitas di Putri Duyung Ancol.

"Jadi ada tiga hektare (ha) untuk lima wahana baru di Dufan dengan tema baru, sudah dibuka akhir 2018 tetapi launcing di awal 2019. Misalnya Dream Station, Star Shape, Wave Swinger, sudah dibuka Desember 2018. Kalau Hunted Couster nanti dibuka Desember 2019," jelas Sahir.

Direktur Utama PJAA C Paul Tehusijarana optimistis dengan pertumbuhan tersebut karena beberapa inovasi 2017 yang akan dioperasikan tahun ini. Antara lain pembukaan restoran pertama yaitu Kafe Hoax di Pantai Lagoon, penambahan dua seluncur baru di Atlantis Water Adventure, dan juga pencanangan konsep baru Pulau Bidadari yaitu The Soul of Batavia.

Di segmen rekreasi, perseroan menargetkan dapat meluncurkan beberapa wahana baru yaitu Star Shape, Dream Station, Wave Swinger, New 4D Theater, penambahan jalur kereta wisata Sato-sato, revitalisasi Pasar Seni Ancol dan juga pengembangan Seaworld Ancol. 

Dengan berbagai inovasi tersebut, lanjut Sahir, tahun ini Jaya Ancol menargetkan peningkatan pengunjung sebesar enam persen dari 18 juta di 2017 menjadi 19 juta di 2018.

Belanja Modal

Selain itu, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) 2018 senilai Rp950 miliar. Realisasi capex 2017 berada di angka Rp330 miliar, dari rencana awal senilai Rp1 triliun.

"Realisasi rendah karena kami ada restrukturisasi divisi perencanaan pembangunan," jelas Sahir.

Dukungan capex salah satunya berasal dari internal perseroan, antara lain dari laba ditahan dari tahun buku 2017 yang mencapai sekitar Rp132 miliar (62,22 persen dari laba 2017). Sementara itu, sebagian laba dibagikan sebagai dividen yakni Rp52 per lembar saham atau sekira Rp83,1 miliar (37,7 persen dari laba 2017).


(AHL)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

10 hours Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA