Indeks Saham Indonesia Berpotensi Menghijau

   •    Jumat, 09 Nov 2018 08:25 WIB
ihsg
Indeks Saham Indonesia Berpotensi Menghijau
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah dengan hanya indeks Dow Jones yang mencetak penguatan. Sedangkan the Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dengan catatan akan menaikkan secara bertahap overnight rate. Investor AS tengah mencermati catatan the Fed tersebut.

"Dan investor memprediksi langkah kebijakan moneter the Fed kedepannya," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Secara umum, pasar Amerika Serikat masih dalam arah positif menyusul kemenangan Partai Demokrat mengambil alih DPR AS. Diharapkan kedepannya, kebijakan bisnis AS oleh Presiden Donald Trump akan lebih terkontrol dan tidak lagi menimbulkan kegaduhan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Samuel Research Team prediksi, kembali menguat seiring ekspektasi data defisit transaksi berjalan yang diperkirakan positif serta potensi penguatan rupiah usai terjalinnya kerja sama dengan Singapura membentuk perjanjian pinjaman bilateral sebesar USD10 miliar.

"Rupiah kemarin ditutup menguat ke Rp14.539 per USD namun EIDO ditutup melemah," ungkap Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat sebanyak 10,92 poin atau 0,04 persen menjadi 26.191,22. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 7,06 poin atau 0,25 persen menjadi 2.806,83. Indeks Nasdaq Composite turun 39,87 poin atau 0,53 persen menjadi 7.530,88.

Bank sentral memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan setelah pertemuan dua hari berakhir pada Kamis waktu setempat. The Fed dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi tetap bisnis telah memoderasi dari kecepatannya yang cepat pada awal tahun, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.


(ABD)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

22 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA