Siap Bentuk Holding, Saham Seri B Waskita Dialihkan ke HK

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 01 Feb 2019 14:36 WIB
waskita karyaHolding Infrastruktur
Siap Bentuk <i>Holding</i>, Saham Seri B Waskita Dialihkan ke HK
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Jakarta: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) siap bergabung menjadi holding infrastruktur melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini.

RUPSLB digelar dengan agenda Perubahan Anggaran Dasar (AD) sehubungan dengan rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor infrastruktur atau holding infrastruktur.

Negara sebagai pemegang saham Seri B akan mengalihkan seluruh saham Seri B milik negara yang ada pada perseroan untuk menjadi setoran modal pada PT Hutama Karya (Persero).

"Pengalihan kepemilikan saham tersebut merupakan tindakan pemerintah yang akan dituangkan dalam suatu Peraturan Pemerintah. Setelah adanya pengalihan saham tersebut, maka PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi induk usaha holding," tulis rilis Waskita yang diperoleh Medcom.id, Jumat, 1 Februari 2019.

Dengan demikian, perseroan akan berubah menjadi anak perusahaan BUMN, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2016 perihal Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas. Setelah itu, status perseroan Waskita Karya akan berubah menjadi non-Persero.

Meskipun negara akan melakukan pengalihan saham perseroan sebagai tambahan penyertaan modal negara di Hutama Karya, negara tetap memiliki pengendalian baik langsung maupun tidak langsung di perseroan.

Pengendalian langsung akan dilaksanakan melalui kepemilikan satu saham Seri A Dwiwarna pada perseroan dan pengendalian secara tidak langsung akan dilaksanakan melalui kepemilikan 100 persen saham pada Hutama Karya yang akan menjadi pemegang saham Seri B terbanyak pada perseroan.

Adapun, selain Waskita Karya, perusahaan BUMN karya lain yang akan menjadi anggota holding infrastruktur adalah PT Jasa Marga Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Yodya Karya, dan PT Indra Karya.


(AHL)