BEI Akan Kaji Aturan Saham 'Gocap'

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Jan 2019 20:48 WIB
sahambei
BEI Akan Kaji Aturan Saham 'Gocap'
BEI. MI/Adam Dwi.

Jakarta: Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan, saat ini bursa tengah melakukan kajian mengenai kebijakan pembebasan harga minimum saham.

Pembebasan harga minimum saham itu nantinya akan melepas besaran nilai saham yang tadinya senilai Rp50 atau 'Gocap' yang selama ini menjadi acuan paling kecil dalam harga saham.

"Kita juga sedang melakukan kajian secara mendalam apakah pembatasan itu bisa kita relaksasi," kata Hasan di Kantor BEI, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Hasan menuturkan yang menjadi dasar rencana pembebasan minimum harga saham tersebut karena saat ini saham-saham emiten yang mentok di Rp50 per lembar saham masih diminati dan ditransaksikan investor. 

"Tapi karena keterbatasan nilai transaksi wajarnya, maka terjadi transaksi di pasar nego, tentu tidak gampang karena nature-nya harus mencari lawan transaksinya," ucap dia.

Selain itu, BEI juga tidak bisa berharap kepada emiten untuk melakukan aksi reverse stock split supaya sahamnya kembali likuid. 

"Karena tidak setiap saham bisa kita paksakan reverse stock split untuk menaikan nilai kemudian aktif ditrasaksikan," imbuh dia.

Meski demikian, Hasan belum bisa memastikan, kapan kebijakan tersebut bakal diterapkan. Ada beberapa aspek yang harus dikaji lebih dalam seperti perdagangan dan aksi korporasi yang akan terpengaruh dengan penghapusan tersebut. Keputusan mengenai rencana relaksasi ini ditargetkan akan diambil pada pertengahan tahun.

"Tahun ini pasti kita akan putuskan di semester satu akan ada kesimpulannya, kemudian kita sesuaikan seluruh perangkat pengaturannya jika diperlukan," pungkas dia.


(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA