Indeks Masih akan Bergerak Melemah

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 25 Nov 2016 09:08 WIB
ihsg
Indeks Masih akan Bergerak Melemah
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lesunya gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin mengubah tren positif yang tengah terbentuk sebelumnya. Hari ini diperkirakan IHSG kembali bergerak melemah.

Analis ReLiance Securities Lanjar Nafi menyebutkan, ‎sepanjang hari ini indeks akan menguji support dengan range pergerakan 5.065-5.175. Indeks yang melemah kemarin diperkirakan adanya sentimen negatif dari penguatan dolar AS (USD).

"Khawatir sentimen negatif USD, karena The Fed akan lebih menaikkan suku bunganya," ucap Lanjar dalam risetnya, Jumat (25/11/2016).

Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya‎ mengatakan, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayangi tren pelemahan yang dipengaruhi kontinuasi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD.

"Kondisi pelemahan nilai tukar rupiah masih memberikan tekanan terhadap pola pergerakan IHSG, meski hari ini IHSG tetap berpotensi menguat," ucap William.

William melanjutkan, hingga saat ini gerak fluktuatif indeks terbilang masih cukup mampu untuk mengupayakan level support tetap berada di posisi 5.088.

"‎Pola pergerakan IHSG masih menunjukkan potensi penguatan yang cukup besar untuk meraih level resisten 5.291, dengan catatan support level 5.088 dapat dipertahankan dengan baik," jelas William.

William menambahkan, stabilitas fundamental ekonomi dalam negeri yang dibarengi penguatan harga komoditas global akan menyokong indeks kembali mengalami penguatan, setelah sepanjang perdagangan kemarin indeks lesu di zona merah.

M‎engamati keadaan satu hari ini, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Kemudian cermati pergerakan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).


(AHL)