Dukung Program 35 Ribu MW, Emiten Voksel Genjot Produksi

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 19 Oct 2016 12:42 WIB
emiten
Dukung Program 35 Ribu MW, Emiten Voksel Genjot Produksi
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sahlan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebutuhan kabel power (kabel listrik) dan fiber optic (serat optik) terus meningkat setiap tahunnya. PT Voksel Electric Tbk (VOKS), sebagai pemain utama di bisnis kabel power dan telekomunikasi terus menggenjot produksi.

Selain menguasai pasar domestik, perusahaan lokal berstandar internasional ini juga telah mendapat kepercayaan dari pasar mancanegara seluruh benua seperti Amerika, Afrika, dan Asia.

Untuk diketahui, seiring dengan kebutuhan investasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia kurun waktu 15 tahun ke depan di Indonesia mencapai angka USD154 miliar. Sedangkan untuk kebutuhan pembangunan jaringan telekomunikasi fiber optic sebesar 5,4 juta Homepass per tahun.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Voksel Electric sebagai pabrikan utama kabel power dan telekomunikasi terus menggenjot kapasitas produksi. Untuk power cable aluminium sekitar 6.000 ton per bulan, power cable-cooper 2.000 ribu ton per bulan. Untuk fiber optic cable, Voksel mampu menyerap pemakaian fiber core sebanyak 150.000 sckm per bulan.

Saat ini segmentasi pasar power cable Voksel terbesar adalah PT PLN (Persero) diikuti oleh beberapa perusahaan BUMN, dan kontraktor swasta baik lokal maupun internasional. Sedangkan untuk pasar retail, Voksel menguasai sekitar 30 persen hingga 40 persen.

Selain pasar dalam negeri, Voksel juga membidik pasar ekspor. Volume power cable yang diekspor pernah mencapai 40 persen dari total penjualan dalam beberapa tahun terakhir dengan negara tujuan di antaranya Brunei, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Srilanka, Myanmar, Hong Kong, India, Bangladesh, Jepang, Nepal, Korea, Yemen, Fiji Island, Australia, Mesir, Cyprus, Brasil, Pakistan, Dubai, Abu Dhabi, Mauritius, Nigeria, Sudan, Ethiopia, Congo, dan Bhutan dengan total lebih dari 60 negara.

Sedangkan untuk fiber optic, saat ini, pasar terbesar Voksel adalah PT Telkom Indonesia yaitu 70 persen, dan non Telkom sebesar 30 persen. V‎oksel juga men-supply jaringan fiber optic untuk backbone Jasuka (Jawa, Sumatera, Kalimantan) 1.200 Km, FOBB (Fiber Optic Back Bone) Sumatera 3.600 Km dan JBS (Jawa Bali Sumatera) 2.700 Km.

Seiring dengan Peraturan Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan Industri Listrik dalam negeri dengan penggunaan Produksi Dalam Negeri secara optimal, saat ini Voksel Kabel telah memperoleh Sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan pencapaian TKDN hingga 95 persen.

"Konten lokal menjadi salah satu kekuatan kami, terutama untuk produk konduktor yang berkaitan langsung dengan proyek transmisi 46.000 KMS terkait program 35.000 megawatt (mw) di mana produk konduktor kami sudah mencapai TKDN 95 persen," ucap Presiden Direktur Voksel Electric‎ David Lius dalam keterangan persnya, Rabu (19/10/2016).

Selain itu, kata David, Voksel juga berkomitmen untuk melayani customized specification dan shortest delivery lead time. Ditambah dengan sumber daya manusia berkualitas yang mengedepankan safety and quality serta memberikan pelayanan optimal dengan konsep One Stop Solution kepada customer.

Keberhasilan Voksel di dalam dan luar negeri tidak membuat manajemen berpuas diri. Target dan harapan lainnya, perusahaan yang melantai di Bursa Efek Jakarta sejak 1990 ini memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan penguasaan pasar, melakukan inovasi produk, peremajaan mesin, dan alat produksi.

"Agar bisa tetap menguasai pasar korporasi maupun retail, salah satu strategi yang diterapkan adalah melakukan pengembangan subdistributor di beberapa kota besar untuk jaringan distribusi dan pemerataan  produk," pungkas David.


(AHL)