Indeks Berpeluang Alami Technical Rebound Terbatas

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 08:33 WIB
ihsg
Indeks Berpeluang Alami <i>Technical Rebound</i> Terbatas
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menuturkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang mengalami technical rebound secara terbatas, meski minim sentimen positif dari dalam negeri.

"Masih minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar lebih fokus ke global. Peluang rebound terbatas ‎masih dapat terjadi dengan harapan laju IHSG dapat bertahan di atas support 5.337‎," ungkap Reza dalam risetnya, Kamis (13/10/2016).

Reza berharap peluang indeks menguat bisa terealisasi hari ini. Meski tetap mencermati ‎setiap sentimen yang ada sebagai antisipasi jika masih terjadi pelemahan lanjutan.

Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks akan berada dalam pola uptrend jangka panjang yang ditopang stabilitas ekonomi domestik, sehingga indeks yang terkoreksi wajar mesti dimanfaatkan untuk mengakumulasi emiten pilihan.

"Sejauh ini kondisi perekonomian di dalam negeri masih berada dalam kategori stabil. Sehingga, dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend," ujar William.

Dengan demikian, koreksi wajar ‎yang terjadi sepanjang transaksi kemarin mesti dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian. Momentum koreksi wajar jangan dilewatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan risiko terukur.

"Sepanjang hari ini IHSG berpotensi menguat. Hari ini IHSG memiliki level support di posisi 5.336, sedangkan target resisten terdekat berada di level 5.488. Potensi penguatan dalam pola gerak IHSG masih terlihat cukup besar," ‎jelas William.‎

Lanjut William, laporan kinerja keuangan emiten kuartal III-2016 akan mewarnai pergerakan IHSG di tengah fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah. "Indeks USD terlihat sedang berusaha menguat, namun masih berada dalam kategori terbatas," tutur William.

M‎engamati keadaan satu hari ini, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti ‎PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).


(AHL)