Simak Perjalanan 20 Tahun Saham ANTM Tercatat di Bursa

M Studio    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:50 WIB
antam
Simak Perjalanan 20 Tahun Saham ANTM Tercatat di Bursa
(Foto:Dok.Antam)

Jakarta: Direktur Keuangan PT Antam Tbk (ANTM) Dimas Wikan Pramudhito bersemangat menyampaikan peringatan 20 tahun saham ANTM tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2017.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung Antam selama 20 tahun terdaftar di Bursa, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, perusahaan efek, bank kustodian, profesi penunjang pasar modal, dan para investor,” kata Dimas.

Menurut Dimas, dengan 20 tahun perjalanan pencatatan di BEI membuktikan bahwa ANTM adalah investasi yang menarik, solid, dan memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham.

Dimas menceritakan, sejarah pencatatan saham ANTM dimulai saat initial public offering (IPO) tahun 1997. “Kami IPO saat itu untuk mendukung proyek pembangunan pabrik FeNi III, sangat penting bagi perkembangan bisnis Antam,” tutur Dimas. “Sekarang Antam memiliki kapasitas produksi sampai dengan 27ribu ton nikel dalam feronikel (TNi)” tambahnya. Berdasarkan catatan, sebelum pabrik FeNi III beroperasi komersial pada tahun 2006, produksi feronikel Antam hanya mencapai 7ribu TNi.

Dimas juga mengatakan, perusahaannya listing di bursa Australia pada 1999. Sedangkan pada 2015, Antam melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT I) dalam rangka Penerbitan Hak Atas Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Rights issue ini dilakukan untuk mendukung cita-cita pemerintah memajukan industri dasar logam dalam negeri.

“Follow up-nya sekarang ini sedang proses konstruksi Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel di Halmahera Timur” kata Dimas.

 Berdasarkan catatan, perusahaan juga pernah meraih predikat IDX Best Blue tahun 2016. Predikat ini mengutip istilah Blue Chip yang dikenal sebagai kumpulan saham yang paling likuid ditransaksikan oleh investor.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada 2016 kepemilikan saham ANTM meningkat sebesar 14,82 persen. Sementara itu, nilai transaksi satu tahun mencapai 160 persen dari kapitalisasi pasar (velocity), dan volume transaksi mencapai 33,6 miliar dengan nilai sebesar Rp17,6 triliun. Saham ANTM juga ditransaksikan setiap hari selama setahun (244 hari).

Pada 2016, saham ANTM juga ditransaksikan oleh 20 persen dari investor yang ada dan dimiliki oleh 60 persen dari reksadana yang ada. Dari total 210 reksadana, hampir 107 reksadana memiliki saham ANTM, dan terdapat 109 Anggota Bursa yang mempunyai saham ANTM dalam portofolionya. Dalam kurun waktu 2015-2016, 34.571 investor mentransaksikan saham ANTM atau meningkat sebesar 21.571 investor.

Pada 2017, ANTM juga masih menjadi bagian dari indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia yang merupakan kelompok saham yang punya tingkat likuiditas tertinggi di bursa.

Kabar baik bagi investor yang gemar membeli saham syariah, saham ANTM ternyata memenuhi kriteria saham syariah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisnis dan operasi ANTM termasuk aktivitas dan transaksi bisnis pada sektor logam dan pertambangan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Rasio keuangan ANTM juga memenuhi prinsip syariah, yakni rasio hutang berbasis bunga terhadap total aset kurang atau sama dengan 45 persen, dan rasio pendapatan bunga terhadap total pendapatan usaha kurang atau sama dengan 10 persen. ANTM terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia – Jakarta Islamic Index.

Pada perjalanan 20 tahun pencatatan saham ANTM di BEI ini, perusahaan merilis jejak langkahnya sejak initial public offering pada 1997, sebagai berikut.



 






(ROS)