Konsorsium Penyelamat Bank Muamalat Diminta Tunjukkan Modal

Husen Miftahudin    •    Kamis, 04 Oct 2018 19:55 WIB
bank muamalat
Konsorsium Penyelamat Bank Muamalat Diminta Tunjukkan Modal
Bank Muamalat. Dok : Muamalat.

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta konsorsium investor penyelamatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menunjukkan escrow account sebanyak Rp4 triliun.

Escrow account merupakan rekening penampung dana tertentu yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat khusus. Dalam hal ini, escraw account berisi modal untuk menyelamatkan Bank Muamalat.

"Jadi anggota (konsorsium) harus menunjukkan punya uang yang ditunjukkan dalam escrow account. Berapa escrow account yang diperlukan? Sekitar Rp4 triliun harus ditunjukkan di escrow account," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Gedung Soemitro OJK, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober 2018.

OJK menyatakan kebutuhan suntikan modal untuk penyelamatan Bank Muamalat sekitar Rp4 triliun hingga Rp8 triliun. Namun, otoritas meminta minimal suntikan permodalan untuk Bank Muamalat sebesar Rp4 triliun.

Selain menempatkan dana di escrow account, OJK juga meminta surat resmi dari konsursium terkait Bank Muamalat. Escraw account dan surat resmi ke OJK dinilai sebagai bentuk keseriusan investor dalam menyelamatkan Bank Muamalat.

"Jadi memang saat ini belum ada surat resmi dari konsorsium. Kalau sudah ada, barulah kita berbicara," tegasnya.

Surat resmi yang dimaksud Wimboh adalah surat yang berasal dari pemegang saham pengendali (PSP) atau yang ditunjuk dan diberi hak oleh PSP untuk mewakilinya.

"Surat ini berisi bahwa ini sudah punya calon investor, investor sudah punya uang dan ditunjukkan dalam escrow account," beber dia.

Sebelumnya, Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie yang memimpin konsorsium investor berkomitmen melakukan sejumlah upaya penguatan pada Bank Muamalat. Ilham ditunjuk untuk memimpin konsorsium investor yang terdiri dari dirinya, Lynx Asia, SSG Capital, dan keluarga Panigoro.

Saat ini Bank Muamalat membutuhkan suntikan dana untuk bisa berekspansi usaha. Bank Muamalat menghadapi masalah permodalan sejak 2015. Puncaknya pada 2017, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) turun menjadi 11,58 persen.

Kinerja Bank Muamalat tergerus oleh lonjakan pembiayaan bermasalah atau non-performing finance (NPF). NPF bank syariat itu bahkan sempat di atas lima persen, lebih tinggi daripda batas maksimal ketentuan regulator.


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA