Pesan Xi Jinping Angkat IHSG dan Bursa Asia

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 11 Apr 2018 17:54 WIB
ihsg
Pesan Xi Jinping Angkat IHSG dan Bursa Asia
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).

Jakarta: Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan sebagian besar saham di Asia Tenggara menguat karena pesan perdamaian Presiden Xi Jinping dalam Boao Forum Asia sehingga meredakan kekhawatiran mengenai potensi perang perdagangan global.

Presiden Xi memperkuat optimisme global dengan berjanji mengurangi tarif impor kendaraan roda empat dan membuka ekonomi Tiongkok lebih lebar.

"Optimisme pasar bahwa Tiongkok dan AS akan mampu menemukan jalan tengah akan terus meningkatkan selera akan aset berisiko," jelas Lukman dalam hasil risetnya, Rabu, 11 April 2018.

Dia menguraikan mayoritas saham Indonesia menguat setelah pidato Xi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,28 persen dan ditutup di 6,325.818.

Ada peluang bahwa data penjualan ritel Indonesia yang melampaui ekspektasi 1,5 persen di Februari dapat memperhebat kenaikan ini dan membuat saham Indonesia terus menguat.

"Sentimen terhadap Indonesia sepertinya akan tetap positif karena data ekonomi terus menggembirakan dan berkurangnya kekhawatiran pada perang perdagangan meningkatkan sentimen risiko," tambah dia.

Terkait prospek forex, rupiah menguat terhadap dolar AS dan diperdagangkan di kisaran Rp13.750 pe USD pada saat laporan ini ditulis. Dolar yang melemah merupakan salah satu faktor utama apresiasi rupiah, tapi peningkatan optimisme pada ekonomi Indonesia juga berperan penting.

"Jika dolar AS semakin melemah, bulls dapat termotivasi untuk menguji Rp13.730 per USD di jangka pendek," ujarnya.

Reli Saham Global Berkurang

Walaupun kembalinya selera risiko telah mendukung pasar saham global, tapi risiko geopolitik baru karena konflik di Suriah tidak dapat kita abaikan. Ini terjadi setelah AS memberlakukan beragam sanksi finansial pada aset Rusia sehingga saham terpukul mencapai level terburuk dalam empat tahun dan rubel Rusia merosot hingga 4,1 persen.

Rusia memperingatkan AS bahwa balasan militer pada serangan kimia di Suriah Sabtu lalu dapat menimbulkan "dampak sangat parah". Apakah AS dan Rusia dapat bersitegang di Suriah? Ini bergantung pada kepada keputusan Trump dalam 24 jam mendatang, tapi risikonya cukup tinggi.

Walaupun harga minyak mungkin menguat dengan harapan ketegangan perdagangan berkurang, namun investor mungkin mulai menerapkan premi risiko yang lebih tinggi lagi.

"Sejauh ini konflik di Suriah tampaknya tidak berdampak pada pasokan dari Timur Tengah, tapi apabila pertikaian menyebar ke luar perbatasan Suriah, saya memperkirakan bahwa harga saat ini akan terkena premi risiko tambahan sebesar USD10," jelasnya.

Sementara itu harga emas tertekan setelah Presiden China Xi Jinping berjanji untuk mengurangi tarif impor sejumlah produk sehingga kekhawatiran mengenai potensi perang perdagangan pun mereda.

Investor mulai beralih dari aset safe haven ke aset berisiko karena sentimen risiko membaik sehingga emas mengalami penurunan. Dari sudut pandang teknis, logam mulia ini berada dalam rentang sempit di grafik harian dengan support di level USD1.324 dan resistance di level USD1.340.

Breakout di atas USD1.340 dapat memicu kenaikan menuju USD1.348 dan kemudian USD1.360. Sebaliknya, jika bulls gagal mempertahankan USD1.324, maka harga dapat menguji USD1.310.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA