Hingga 2022, Tanrise Property Kembangkan Perumahan di 15 Kota

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Jul 2018 18:00 WIB
emiten
Hingga 2022, Tanrise Property Kembangkan Perumahan di 15 Kota
Perumahan (ANT/FB Anggoro).

Jakarta: Setelah sukses menjalankan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property berencana membangun perumahan di 15 kota yang ada di Indonesia.

Direktur Utama Tanrise Property Belinda Natalia mengaku rencana pembangunan akan dikejar dalam waktu lima tahun ‎ke depan. Pada tahun ini, perusahaan fokus menyelesaikan dua proyek properti dengan bangunan yang cukup tinggi, yakni Voza Premium Office dan The 100 Residence di Surabaya Jawa Timur.

‎"Voza ‎itu ada di luas lahan 4.253 meter per segi, pembangunan Voza sudah topping off di Januari 2018. Kalau The 100 Residence itu di luas lahan 2.800 meter persegi, untuk yang ini apartemen mewah, serah terima unitnya ada di April tahun depan (2019)," ucap Belinda, ditemui di Gedung BEI, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Dana pengembangan kedua proyek tersebut, dia mengaku, dananya didapatkan dari proses IPO di bursa. ‎Rinciannya, sebesar 53 persen dialokasikan untuk pengembangan proyek Voza dan sebesar 47 persen dialokasikan ke The 100 Residence.

"Voza milik anak usaha tak langsung perseroan yaitu PT Tanrise Indonesia, sedangkan The 100 Residence milik anak usaha yaitu PT Rodeco Indonesia," jelas dia.

Pagi tadi, Tanrise Property telah resmi IPO di bursa dengan melepas 1,5 miliar saham di harga penawaran Rp163 per saham. Perusahaan‎ meraih dana segar sebesar Rp244,5 miliar dari proses IPO. Demi mempermudah proses pelaksanaan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).

Pada saat ini perusahaan telah memiliki berbagai properti unggulan dalam lini usaha high rise building residential dan hospitality. Proyek-proyek itu berada di kawasan-kawasan strategis sehingga memiliki nilai investasi yang tinggi dan menguntungkan. "Sampai akhir tahun, kita mencatatkan aset sebesar Rp1,78 triliun," pungkas dia.


(SAW)