Dalam Sepekan, IHSG Turun 0,14%

Arif Wicaksono    •    Minggu, 14 May 2017 14:30 WIB
ihsg
Dalam Sepekan, IHSG Turun 0,14%
Illustrasi. ANTARA/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Rata-rata volume transaksi perdagangan saham harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini mengalami kenaikan 4,46 persen menjadi 13,10 miliar unit saham dari 12,54 miliar lembar unit saham sepekan sebelumnya.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi perdagangan saham IHSG di sepanjang pekan ini turun 6,60 persen menjadi Rp8,20 triliun dari Rp8,78 triliun di pekan sebelumnya. Demikian seperti dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan BEI, Minggu 14 Mei 2017.

Sementara rata-rata frekuensi transaksi perdagangan harian saham pada pekan ini ikut turun sebesar 4,61 persen menjadi 322,07 ribu kali transaksi dari 337,64 ribu kali transaksi sepekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini juga turun  0,08 persen menjadi Rp6.179.94 triliun dari Rp6.184,92 triliun pada pekan lalu.

Level IHSG ikut turun 0,14 persen menjadi 5.675,22 poin pada pekan ini dari 5.683,38 poin sepekan sebelumnya. Di sisi lain, investor asing mencatatkan beli bersih Rp4,26 triliun di sepanjang pekan ini sehingga aliran dana investor asing sampai dengan saat ini masih tercatat beli bersih Rp28,12 triliun.

Pada pekan kedua di Mei ini, terdapat pencatatan perdana saham dua emiten, yaitu PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) sebagai emiten ke-541 dan 542 di BEI. Kedua emiten tersebut mencatatkan sahamnya pada Papan Pengembangan BEI pada Rabu 10 Mei 2017.

Tim Pengembangan Pasar Surat Utang yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR-Kemenkeu), BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) pada Senin 8 Mei.

KBSUN ini dapat menjadi instrumen investasi tambahan yang bersifat lindung nilai bagi perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi yang berfungsi untuk menjaga risiko investasi Surat Utang Negara (SUN).

Sebagai bentuk pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) SRO Pasar Modal Indonesia, BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas nama Masyarakat Pasar Modal Indonesia Peduli menyerahkan satu unit mobil ambulance kepada Yayasan Budi Mulia Jaya di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara pada Senin 8 Mei.


(SAW)

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

27 minutes Ago

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan kondisi utang Indonesia masih di level aman jika diband…

BERITA LAINNYA