Efek Myanmar Bergejolak tak Berdampak Besar ke Pasar Modal RI

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Sep 2017 15:26 WIB
konflik myanmarpasar modal
Efek Myanmar Bergejolak tak Berdampak Besar ke Pasar Modal RI
Ilustrasi. (FOTO: MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar masih berlarut. Konflik di sana dianggap sebagian besar orang karena masalah agama, akibat tidak diakuinya etnis Rohingya selama berpuluh-puluh tahun.

P‎emerintah Myanmar pun membiarkan perlakuan tidak manusiawi aparat keamanan terhadap Rohingya, sehingga terjadi eksodus besar-besaran etnis tersebut.

Namun demikian, kondisi tersebut belum menyeret perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham Indonesia. ‎Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengaku kejadian ini tidak memberikan dampak negatif yang besar bagi pasar modal Indonesia. Sebab, jumlah pelaku pasar dari ruang lingkup ASEAN, khususnya Myanmar sangat sedikit.

"Secara langsung (konflik di Rakhine) tentunya tidak berdampak besar. Jumlah (investor) ada tapi tidak banyak. Tidak besar lah dampaknya ke kita," ungkap Samsul kepada Metrotvnews.com, Selasa 5 September 2017.

Kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar, diakui Samsul, justru memberikan pengaruh bagi perkembangan situasi global. Tentunya, politik di global jadi tidak menentu dengan adanya tambahan dari situasi tersebut.

Adapun konflik perang nuklir antara ‎Korea Utara (Korut) dengan Amerika Serikat, lanjut Samsul, bursa sedang memantau secara khusus dampak dari konflik nuklir tersebut. Karena, ketika konflik itu makin memanas, maka mengancam politik dan keamanan secara internasional.

"Ya sebenarnya itu lebih pada akumulasi gangguan dan keamanan internasional. Isunya lebih pada hal tersebut," pungkas Samsul.

 


(AHL)