WIKA Berharap Kupon Komodo Bond di London Stock Exchange Rendah

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 10 Oct 2017 17:48 WIB
komodo bonds
WIKA Berharap Kupon Komodo Bond di London Stock Exchange Rendah
Illustrasi. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berharap kupon yang ditetapkan untuk penerbitan Komodo Bond sebesar USD400 juta di London Stock Exchange rendah.

Hal itu dikatakan Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, pasalnya perseroan akan menerbitkan Komodo Bond sekitar USD400 juta atau Rp5 triliun di London Stock Exchange pada November 2017.

Bintang mengatakan, sejauh ini pembahasan penerbitan Komodo Bond telah dilakukan secara matang, termasuk tentang penentuan persyaratan.

Dana yang diperoleh dari program Komodo Bond rencananya akan digunakan untuk mengakselerasi laju perseroan seperti investasi-investasi pada proyek-proyek strategis. Untuk itu, ia berharap kupon yang ditetapkan untuk Komodo Bond tidak terlalu besar.

"Perseroan berharap besaran kupon yang akan ditetapkan untuk Komodo Bond dapat lebih rendah dibandingkan obligasi negara. Sehingga, dana yang didapatkan dari Komodo Bond bisa dipakai untuk pembangunan di Indonesia," kata Bintang di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Bintang mengakui, Komodo Bond merupakan kali pertama aksi korporasi perusahaan BUMN dalam mencari dana segar di luar negeri. Jadi ia menginginkan aksi ini dapat memperoleh hasil yang diharapkan.

"Aksi korporasi ini menjadi kali pertama yang dilakukan oleh BUMN di Iuar negeri, dalam hal ini akan dicatatkan di London Stock Exchange," ucap dia.

Selain WIKA, sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno juga menyatakan pada November PT Jasa Marga Tbk juga akan menerbitkan Komodo Bond. Jasa Marga akan menerbitkan Komodo Bond senilai USD200 juta

"Komodo Bond ini memang ini insyaallah kalau lancar bulan November ini, Jasa Marga dan Wijaya Karya," kata Rini.

Menurutnya, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di tahun-tahun mendatang masih sangat banyak. Sehingga, tidak ada salahnya untuk mencari sumber pendanaan lain seperti dari luar negeri.


(SAW)