Eksis 25 Tahun, Ini yang Perlu Dibenahi di BEI

Desi Angriani    •    Kamis, 13 Jul 2017 12:47 WIB
bei
Eksis 25 Tahun, Ini yang Perlu Dibenahi di BEI
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski cukup matang sebagai lembaga penunjang pasar modal, Bursa Efek Indonesia terus berbenah diri hingga di usianya yang ke-25 tahun.

Salah satu mantan bos bursa periode 2002-2005 Erry Firmansyah mengungkapkan, BEI boleh berbangga diri lantaran kapitalisasi pasar bursa sempat tembus dengan rekor tertinggi Rp6.308,38 triliun. Namun, banyak sektor yang masih perlu dibenahi BEI, mulai dari jumlah investor, jumlah emiten hingga regulasi.

"Yang harus dibenahi jumlah investor, emiten, dan peraturan," kata Erry kepada Metrotvnews.com di Mainhall Gedung BEI, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Menurutnya, peningkatan jumlah investor dan emiten merupakan tantangan bagi pasar modal Indonesia sejak penggabungan bursa paralel dengan PT Bursa Efek Surabaya (BES) pada 2007. Semakin banyak investor yang masuk ke pasar dalam negeri maka pasar modal akan semakin likuid.

"Kuncinya investor, likuiditas enggak bisa naik kalau investor enggak nambah," ungkap dia.

Dari sisi suplai, dia menilai jumlah emiten yang listing masih tertinggal dibanding bursa di negara­-negara lain. Namun, perkembangan jumlah emiten di Indonesia masih memiliki peluang yang tinggi karena ada ribuan perusahaan bagus yang berpotensi masuk ke pasar modal.

Saat Erry menjabat sebagai dirut pada 2002, jumlah emiten yang tercatat saat itu hanya 350 dan terus bertambah sekitar 20 emiten setiap tahunnya. Adapun angka perdagangan saham kala dia menjabat dimulai dari Rp300 miliar dan kini berkembang hingga triliunan rupiah.




"Emiten bertambah kan jadi lumayan cuma memang enggak gampang. Kalau dulu perdagangan per hari saya mulai Rp300 miliar, sekarang sudah Rp8 triliun-Rp9 triliun," sambungnya.

Erry pun mengkritik kinerja broker atau perusahaan efek yang saat ini lebih mementingkan ekuitas daripada mengembangkan produk investasi. Padahal dengan banyaknya produk akan mengundang minat investor untuk bermain di pasar modal.

"Secara produk bagus, cuma sekarang brokernya pada malas. Maunya dagang ekuiti saja enggak perlu investor lagi," tandas dia.

Adapun jumlah investor di pasar modal pada kuartal I-2017 mencapai 930.000 akun. Sementara BEI mencatat sebanyak 555 emiten melantai di pasar modal hingga 2017. Pada akhir 2016, BEI mencatatkan jumlah investor di pasar modal mencapai 536.000 investor, jumlahnya itu meningkat 104.000 investor dibandingkan dengan tahun sebelumnya di posisi 432.000 investor.

Jumlah investor pasar modal pada 2013, 2014, 2015, 2016 masing-masing sebanyak 321.000 investor, 364.000 investor, 432.000 investor dan 536.000 investor. Sementara itu, pertumbuhan jumlah investor year on year masing-masing 14 persen, 13,3 persen, 18,6 persen, dan 24,07 persen.


(AHL)