Summarecon Bidik Pra Penjualan Rp4 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:01 WIB
summarecon agung
Summarecon Bidik Pra Penjualan Rp4 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengaku optimistis bisa meraih target pra penjualan pemasaran sebesar Rp4 triliun di sepanjang tahun ini. Angka itu naik 12 persen bila dibanding perolehan Rp3,6 triliun di 2017.

"‎Summarecon memandang positif prospek bisnis di 2018. Meski berlangsungnya Pilkada serentak dan persiapan menuju Pemilu 2019. Kami masih optimistis bahwa Summarecon dapat beradaptasi dengan kondisi pasar saat ini dengan menargetkan pra-penjualan pemasaran 2018 sebesar Rp4 triliun," ucap President Director Summarecon Agung Adrianto P Adhi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat‎, 8 Juni 2018.

Kontribusi prapenjualan pemasaran diharapkan dikontribusikan dari Serpong sebesar 34 persen, Bekasi sebesar 22 persen, Bandung sebesar 21 persen, Kelapa Gading sebesar 10 persen, Karawang sebesar tujuh persen, dan Makassar sebesar enam persen.

Rencana dan target bisnis ini, tutur dia, diharapkan akan dapat terlaksana dengan dukungan beberapa kebijakan dan peraturan pemerintah Indonesia yang memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan sektor properti.

"Seperti peluncuran 16 paket kebijakan ekonomi secara bertahap untuk meningkatkan investasi dan memperbaiki kondisi bisnis, Peraturan Menteri Keuangan nomor 122/PMK.08/2016 yang mengizinkan dana repatriasi dari program Tax Amnesty dapat ditempatkan pada sektor properti," ujar dia.

Lalu, ada ‎Peraturan Pemerintah (PP) nomor 34/2016 yang memangkas Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan properti dari 5 persen menjadi 2,5 persen, Peraturan Bank Indonesia No.18/16/PBI/2016 yang memberikan kelonggaran dengan meningkatkan rasio loan-to-value (LTV).

"Juga suku bunga acuan baru yaitu BI 7-Day Repo Rate yang diharapkan dapat menggairahkan sektor properti dengan tingkat suku bunga KPR yang rendah," ungkap dia.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang masif juga diharapkan akan memiliki dampak positif pada perkembangan Summarecon, yaitu dengan dibangunnya sistem transportasi yang  menyediakan kemudahan akses dari dan ke lokasi pengembangan properti di kawasan yang dikembangkan Summarecon seperti di Kelapa Gading, Bekasi, Karawang, dan Bandung.

"Summarecon optimistis untuk maju dan terus bekerja keras membangun produk-produk berkualitas dan bernilai tinggi secara berkelanjutan demi kelangsungan perusahaan dan memberikan kontribusi ekonomi dan sosial kepada bangsa," jelas dia.

Pada tahun lalu, SMRA memperoleh pra-penjualan pemasaran sebesar Rp3,6 triliun atau meningkat 18 persen dibandingkan 2016. ‎Perseroan juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,64 triliun atau mengalami peningkatan sebesar empat persen, dengan laba bersih sebesar Rp509 miliar.


(AHL)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

15 hours Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA