Kaji Calon Direksi, OJK Minta BEI Tunda RUPST

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 07 Jun 2018 14:16 WIB
ojkbeipasar modal
Kaji Calon Direksi, OJK Minta BEI Tunda RUPST
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: ‎Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dari sebelumnya 25 Juni 2018 menjadi 29 Juni 2018. Penundaan sejalan dengan proses pendalaman lebih lanjut terhadap calon direksi BEI.

"Kami perintahkan untuk menunda RUPST BEI untuk 2018," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Selain itu, OJK juga meminta agar penundaan penyelenggaraan RUPST segera diberitahukan kepada para pemegang saham BEI. Hal itu sesuai dengan batas waktu dan ketentuan yang berlaku. Kajian calon direksi ini dengan harapan mendapatkan direksi yang mumpuni untuk memajukan industri pasar modal di Indonesia.

Untuk diketahui, ada empat‎ paket yang telah maju untuk menjadi Direksi BEI periode 2018-2021 terdiri dari paket petahana Direktur Utama BEI‎ Tito Sulistio, paket Laksono Widodo (Mandiri Sekuritas), paket mantan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Boyke Mukijat, dan paket Inarno Djajadi selaku Komisaris BEI.

Untuk paket yang dibawa Tito Sulistio yakni Edgar Ekaputra yang memiliki pengalaman cukup lama di bidang perbankan dan pasar modal, dan Erna Dewayani dengan jabatan terakhir Kepala Divisi Pengembangan Investor.



Selain itu, Alpino Kianjaya yang merupakan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Chaeruddin Berlian yang merupakan Direktur Keuangan dan SDM BEI, Abdul Munim yang merupakan Kepala Divisi Operasional Teknologi BEI, dan Hasan Fawzi yang merupakan Direktur Utama KPEI.

Kemudian paket Laksono Widodo yang merupakan Direktur Mandiri Sekuritas membawa Rudy Utomo yang merupakan Direktur Utama Evergreen, dan Nyoman yang merupakan Kepala Divisi Pencatatan BEI.

Selain itu, Fithri Hadi yang merupakan Peneliti Senior OJK, Risa Guntoro yang merupakan Direktur Macquire, Arishandi Indrodwisatio yang merupakan Direktur Mirae Asset Securities, dan Adrian Rusmana yang merupakan Direktur Utama Dana Pensiun Pertamina.

Sedangkan paket Inarno Djajadi membawa Anita yang menjabat Dirut Reliance Sekuritas, Andy Salah yang menjabat Direktur Trimegah Securities, Johannes Liaw yang menjabat Kepala Divisi IT BEI, Zaki Mubarak yang merupakan Direktur Bosowa, John Tambunan yang merupakan Direktur Citi Securities, dan Justisia Tripurwasani yang merupakan mantan Direktur BEI.

Kemudian paket Boyke Mukijat sebagai calon Dirut BEI membawa Ignatius Girindro Sri Nirbito yang merupakan Direktur Utama Indonesia SIPF, dan Jeffry Wikarsa yang merupakan Direktur Utama PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Selain itu, Mas Mokhamad Sudarmaji yang merupakan Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Kristian Sihar Manullang yang merupakan Direktur PT PEI, Poltak Hotradero yang merupakan Peneliti Senior Bidang Ekonomi di BEI dan Susy Meilina yang merupakan Direktur Utama PT MNC Sekuritas.

Sebelumnya, ‎Ketua DK-OJK Wimboh Santoso masih enggan menyebutkan secara gamblang terkait nama-nama Direksi BEI  yang terpilih untuk menjalankan tongkat kepemimpinan di periode 2018-2021. "Masih diproses di level teknis (paket direksi bursa). Saya juga belum dapat laporan soal itu," pungkas Wimboh Santoso.

 


(ABD)