Terbitkan Surat Utang Syariah, Pemerintah Jaminkan Aset Negara Rp33,4 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 18 Oct 2016 19:56 WIB
obligasi
Terbitkan Surat Utang Syariah, Pemerintah Jaminkan Aset Negara Rp33,4 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta izin Komisi XI DPR untuk menggunakan sebagian Barang Milik Negara (BMN) sebagai jaminan atau underlying asset dalam menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN).

Sri Mulyani mengatakan SBSN sebagai instrumen keuangan berbasis syariah memerlukan underlying asset sehingga tak dianggap riba.

"BMN dapat digunakan sebagai dasar penerbitan SBSN sesuai dengan pasal 30 ayat 3 UU SBSN," kata Ani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, Pemerintah telah memberitahu usulan penggunaan BMN sebagai underlying asset sebanyak sepuluh kali, hingga saat ini. 

"Ini yang ke-10 berdasarkan surat Menkeu kami beri tahu Komisi XI terkait rencana penggunaan kembali sebesar  Rp33,45 triliun untuk digunakan kembali dalam penerbitan SBSN 2016," ujar Robert.

Dalam rapat ini, Komisi XI memberikan persetujuan penggunaan aset negara sebagai jaminan bagi Pemerintah dalam menerbitkan surat utang berbasis syariah tahun ini.

"BMN bisa kita putuskan untuk 2016, rencana penggunaan kembali BMN berupa tanah dan bangunan 33,4 t sebagai underlying aset tahun 2016," tegas Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng.



(SAW)

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

19 minutes Ago

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan kondisi utang Indonesia masih di level aman jika diband…

BERITA LAINNYA