Data Inflasi AS Ganggu Penguatan Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 19 Sep 2016 09:27 WIB
kurs rupiah
Data Inflasi AS Ganggu Penguatan Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) cenderung mengalami penguatan dalam dua hari terakhir ‎di pekan kemarin. Namun, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan tertahan sentimen dari Amerika Serikat berupa perbaikan inflasi dan sikap Departemen Kehakiman AS terkait gugatan perdata Deutsche Bank.

"Rupiah cenderung mengalami penguatan dalam dua hari terakhir, tapi penguatan yang berfluktuasi membuat rupiah secara umum bergerak flat," ucap Kepala ‎Analis PT NH Korindo Securites Indonesia Reza Priyambada, ‎dalam keterangan risetnya, di Jakarta, Senin (19/9/2016).

Meski rupiah cenderung menguat dalam dua hari terakhir pada transaksi pekan kemarin, lanjut Reza, namun tren apresiasi yang fluktuatif membuat rupiah akan bergerak mendatar di hari ini. Tetap cermati sentimen yang ada dan waspadai pelemahan lanjutan.

"Pada saat ini resisten di level Rp13.125 per USD, dengan support pada level Rp13.165 per USD," jelas Reza.

‎Reza menerangkan, hingga belakangan ini terdapat kabar kurang baik menghampiri keadaan global, di mana keadaan Eropa yang cenderung tertekan usai Departemen Kehakiman AS meminta Deutsche Bank untuk membayar USD14 miliar untuk menyelesaikan gugatan perdata terkait surat berharga berbasis gadai.

Di sisi lain, sambung Reza, membaiknya data inflasi AS dan gerak harga minyak dunia pada perdagangan di Asia cenderung turun di tengah melimpahnya pasokan global pertumbuhan permintaan minyak global yang melambat pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan berimbas pada penguatan nilai USD.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA