MAMI: Imbal Hasil Investasi Lebih Realistis di 2016

Angga Bratadharma    •    Kamis, 04 Feb 2016 15:41 WIB
manulife aset manajemen indonesia
MAMI: Imbal Hasil Investasi Lebih Realistis di 2016
Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro (kanan). (FOTO: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai, sebagai dampak dari turunnya nilai tukar rupiah dan kekhawatiran terhadap kondisi pasar yang berfluktuasi, harapan investor terhadap imbal hasil investasi menjadi lebih realistis sekarang ini.

"Bahkan, imbal hasil turun signifikan dari rata-rata 14,8 persen di kuartal IV-2014 menjadi 11,8 persen untuk 2016," kata Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro, dalam Manulife Investor Sentiment Index, di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Namun, lanjut Legowo, investor masih terus menerapkan pendekatan tradisional dalam pengalokasian portfolio mereka. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa 92 persen mengklasifikasikan simpanan di rekening bank dan deposito sebagai investasi.

"Meski fakta menunjukkan pendekatan ini tidak mungkin dapat membantu mereka meraih imbal hasil yang diharapkan," tutur Legowo.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Manulife pada Oktober 2015, terungkap bahwa investor menganggap dana tunai (72 persen) dan emas (67 persen) sebagai metode perlindungan terbaik guna menghadapi kejadian yang tidak diharapkan, sementara alternatif lainnya tidak begitu diminati.

"Dalam kondisi pasar seperti apapun, walau pasar terlihat tidak menguntungkan, investor disarankan untuk tetap melakukan investasi pada beragam portofolio daripada hanya menyimpan dananya di tabungan atau deposito," pungkas Legowo.


(AHL)