Sesi Siang, IHSG Masih Berada di Jalur Merah

Angga Bratadharma    •    Selasa, 18 Jul 2017 12:30 WIB
ihsg
Sesi Siang, IHSG Masih Berada di Jalur Merah
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi siang terpantau masih berada di zona merah dan belum ada tanda-tanda untuk beranjak pergi menuju zona hijau. Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri masih belum memberikan efek signifikan bagi pergerakan IHSG.

IHSG Selasa 18 Juli 2017, perdagangan siang tercatat melemah sebanyak 28,01 poin atau setara 0,5 persen ke posisi 5.813. Sedangkan LQ45 melemah sebanyak 6,44 poin atau setara 0,7 persen ke posisi 973 dan JII melemah sebanyak 4,62 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 747.

Siang ini, seluruh sektor kompak berbaris di jalur merah. Sektor konsumer mengalami pelemahan sebanyak 15,61 poin, sektor pertambangan mengalami pelemahan sebanyak 10,61 poin, sektor infrastruktur mengalami pelemahan sebanyak 6,55 poin dan sektor perkebunan melemah sebanyak 2,78 poin.

Adapun volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 3,3 miliar lembar saham senilai Rp2,009 triliun. Sebanyak 127 saham mengalami penguatan, sebanyak 180 saham mengalami pelemahan, sebanyak 109 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan, dan sebanyak 181 saham tidak mengalami perdagangan.

Mayoritas bursa Amerika Serikat (AS) dan Eropa ditutup melemah pada perdagangan semalam, setelah menguat cukup signifikan pada perdagangan hari sebelumnya mengikuti laporan keuangan sejumlah perusahaan dan antisipasi yang positif dari para pelaku pasar, seputar earnings season.

"Sementara itu, harga beberapa komoditas dunia termasuk minyak dan batu bara ditutup menguat," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sedangkan IHSG ditutup menguat tipis ke level 5.841 (0,16 persen) di tengah bervariasinya mayoritas bursa Asia Pasifik dan hijaunya pasar Eropa. "Hari ini, IHSG berpotensi melemah, menyusul lemahnya bursa AS, Eropa, dan regional Asia," pungkas Samuel Research Team.

 


(ABD)