Tekanan Imbal Hasil SUN Diperkirakan Bisa Mereda

Angga Bratadharma    •    Senin, 10 Jul 2017 09:35 WIB
surat utangobligasi
Tekanan Imbal Hasil SUN Diperkirakan Bisa Mereda
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil global masih mengalami kenaikan dan tekanan jual Surat Utang Negara (SUN) bisa mereda. Walaupun masih mengalami kenaikan, tetapi imbal hasil obligasi global terlihat mulai menipis kenaikannya dan menjadi pertanda sentimen negatif mulai mereda.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, efek optimisme bank sentral di Eropa mulai tertahan oleh komitmen Bank of Japan (BoJ) untuk membeli sebanyak apapun obligasi di pasar untuk meredakan aksi jual. Imbal hasil UST masih naik signifikan, tapi itu lebih dipicu oleh baiknya serapan tenaga kerja AS.

"Baiknya data AS belum akan menangkat ekspektasi kenaikan FFR target dengan the Fed yang sejauh ini cenderung dovish," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 10 Juli 2017.

Kenaikan tajam imbal hasil SUN sepanjang minggu lalu menunjukkan aksi jual asing yang masih intensif –proporsi kepemilikan asing turun lima persen menjadi hanya 39 persen. Euforia kenaikan peringkat S&P sudah tertutupi oleh berbagai sentimen negatif.

"Yakni mulai dari inflasi yang masih naik, ekspektasi pelebaran defisit APBN serta harapan pengetatan bank sentral negara maju," kata Rangga.

Dengan meredanya aksi jual obligasi di pasar global, tekanan naik imbal hasil SUN berpeluang mereda walaupun ruang kenaikan masih terbuka lebar. Survei inflasi Bank Indonesia (BI) di awal Juli 2017 yang di bawah empat persen secara tahunan (YoY) bisa memberikan sedikit sentimen positif.

 


(ABD)