Rupiah Fluktuatif, Pengusaha Berencana Kerek Harga Jual Lahan

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 09 Sep 2018 10:42 WIB
kurs rupiah
Rupiah Fluktuatif, Pengusaha Berencana Kerek Harga Jual Lahan
Illustrasi. MI/Susanto.

Jakarta: Mata uang rupiah terus bergejolak terhadap dolar AS (USD), bahkan sempat terlempar ke posisi mendekati Rp15 ribu per USD. Keadaan itu membuat pengusaha dalam negeri berniat mengerek harga produknya yang dijual ke masyarakat.

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, melemahnya nilai tukar rupiah membuat bahan baku dan barang modal yang dibeli oleh pengusaha mengalami kenaikan. Maka dari itu, harus diantisipasi dengan kenaikan harga produk.

"Kalau ditanya apakah harga-harga akan naik, itu pasti. Tapi itu akan dilakukan secara gradual," ucap dia di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Pengusaha, bilang dia, selalu memutar otak demi tidak mengerek kenaikan harganya produknya, meski rupiah telah melemah dari awal 2018. Tapi, jika rupiah melemah terus menerus, maka pengusaha tidak bisa meredam hal itu. Tak hanya itu, lanjut dia, pengusaha akan menjalani kendala baru, khususnya telah dikeluarkannnya ‎Peraturan Menteri Keuangan yang membatasi impor beberapa barang.

Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah agar bisa memperhatikan faktor daya beli masyarakat. Ketika daya beli rendah dan rupiah tertekan, maka akan mempengaruhi industri ritel. "Ritel cukup akan terganggu," jelas dia.

‎Namun demikian, Tutum menilai gerak rupiah akan memasuki posisi keseimbangan. "Kami lihat nilai rupiah ini mencari keseimbangan. Karena tiap tahun inflasi kita itu besar,bila dibanding negara tetangga," tukas dia



(SAW)