Perkuat Pasar Keuangan, Investor Diimbau Kurangi Kepanikan

Fetry Wuryasti    •    Selasa, 15 May 2018 11:28 WIB
ihsgpasar keuangan
Perkuat Pasar Keuangan, Investor Diimbau Kurangi Kepanikan
Ilustrasi kegiatan di pasar modal. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Adanya sentimen dari kondisi dalam negeri berupa teror bom dinilai hanya bersifat sementara, di mana pelaku pasar sempat kaget atas kejadian tersebut dan langsung melakukan aksi jual.

Namun demikian, aksi tersebut dinilai hanya sementara hingga aksi beli mampu mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meski masih lebih rendah dari penutupan sebelumnya.

"Diharapkan pelaku pasar dapat mengurangi kepanikan dan kekhawatiran berlebih terhadap kondisi yang ada sehingga dapat membuat pasar keuangan mampu kembali menguat," tutur Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

IHSG dibuka melemah pada level 5.926,077. Angka ini lebih rendah dari penutupan perdagangan hari sebelumnya pada level 5.946,155. Adapun indeks terus merosot hingga satu persen pada pukul 09.53 dan bertengger di 5.884,565. Kemudian bergerak tipis di kisaran 5.887-5.891.

Berdasarkan pantauan, beberapa penggeraknya berasal dari komoditas Pulp and Paper yaitu Indah Kiat (INKP) yang menguat 5,36 persen, Trada Alam Minera (TRAM) yang menguat 3,72 persen, dan Express Transindo (TAXI) yang menguat 19,53 persen.

"Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5.914-5.927 dan resisten 5.957-5.974. Pelemahan yang terjadi terlihat hanya sementara di mana usai menyentuh level terendahnya di level 5.774,7 IHSG mampu kembali naik," ujar dia.




Bursa Asia

Sementara itu, laju bursa saham Asia kembali menguat, terutama bursa saham Malaysia setelah anjlok seiring adanya pemilu.

Terpilihnya Mahatir sebagai Perdana Menteri (PM) yang baru memberikan sentimen positif namun, ada beberapa saham yang melemah antara lain konstruksi seiring dengan adanya pemeriksaan terkait nilai proyek pada pemerintahan sebelumnya.

Di sisi lain, penguatan juga turut didukung oleh perkiraan positif atas hasil kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok di mana Presiden Trump menyatakan kerja sama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, terutama pada bidang telekomunikasi.

Meski demikian, kembali melemahnya sejumlah harga kontrak minyak mentah dunia berimbas negatif pada pergerakan saham-saham migas yang cenderung melemah.

Kondisi politik di Italia dan rilis sejumlah berita emiten menjadi perhatian pelaku pasar sehingga membuat laju bursa saham Eropa cenderung variatif melemah. Tidak hanya itu, perkembangan dari negosiasi kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok hingga pelemahan harga minyak mentah turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Adanya harapan positif terhadap negosiasi kesepakatan dagang AS-Tiongkok memberikan sentimen positif pada pergerakan bursa saham AS. Saham UnitedHealth dan Walmart menjadi pendorong indeks DJIA menguat.

Begitu pun dengan saham-saham di sektor energi, perawatan kesehatan, hingga material yang turut menopang penguatan indeks saham AS lainnya. Di sisi lain, adanya komentar Presiden Trump dalam Twitter-nya terkait kerja sama teknologi dengan Tiongkok turut direspons positif.


(AHL)