Bos BEI Terus Kerek Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 06 Oct 2017 18:11 WIB
emitenbei
Bos BEI Terus Kerek Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia
Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio masih mengeluhkan kecilnya nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia. Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar bursa masih sebesar USD484 miliar atau setara Rp6.500 triliun.

Nilai kapitalisasi ‎bursa itu masih kalah dengan perusahaan-perusahaan besar di dunia, seperti Google yang telah mencapai USD677,17 miliar. Angka itu didapatkan berdasarkan data Nasdaq.

"(Kapitalisasi pasar) kami sama Google sendiri kalah," kata Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Pada saat ini, dia mengaku, perusahaan terbuka (emiten) yang ada di bursa tak sampai 600 perusahaan,‎ lebih tepatnya sekitar 559 emiten. Maka dari itu, dia bakal mendorong terus banyak perusahaan agar bisa go public (IPO) di bursa.

Pelaku usaha di Indonesia, menurutnya, cenderung menunggu perusahaannya besar, sebelum mendaftarkan diri menjadi perusahaan terbuka. Padahal, perusahaan‎ bisa jadi besar, karena proses IPO di bursa.

"Prinsipnya adalah karena go public maka menjadi besaar. Lihat berbagai konglomerat yang ada, BUMN yang ada. Jangan dibalik, besar dulu baru go public," papar dia.

Untuk menjadi emiten, diakui Tito, perusahaan harus menyelesaikan dua hal, yakni bersih secara administrasi dan memiliki potensi bisnis hingga lima tahun ke depan.

"Kalau Anda takut go public, Anda takut dengan masa depan yang lebih baik," tukas dia.


(AHL)