Pelemahan Rupiah Lanjutan Diprediksi Masih akan Terjadi

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 12 Oct 2017 10:03 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Rupiah Lanjutan Diprediksi Masih akan Terjadi
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak rupiah terhadap dolar AS (USD) masih berpotensi mengalami pelemahan. Hal itu karena masih variatifnya kondisi global dan minimnya sentimen positif yang datang dari dalam negeri.

"Rupiah melemah, ini dapat menghalangi potensi untuk dapat bergerak positif. Apalagi keadaan global masih variatif dan dalam negeri masih minim sentimen. Itu akan berimbas kembali untuk rupiah melemah," ujar ‎Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Kamis 12 Oktober 2017.

Reza memperkirakan, gerak rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.532 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.484 per USD. "Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," tutur Reza.

Reza mengatakan, nilai mata uang Garuda kembali mengalami pelemahan, meskipun dari sisi USD cenderung mengalami pelemahan dengan sentimen akan diajukannya draft rancangan reformasi perpajakan AS.

Sementara di sisi lain, tutur Reza, kenaikan euro pun mulai terbatas, seiring akan diadakannya perundingan antara pemerintahan Spanyol dan pihak Catalonia. Padahal sebelumnya, adanya indikasi Catalonia yang berniat merdeka dari Spanyol dan dibarengi dengan rilis kenaikan data-data Jerman cukup mengangkat nilai EUR.

Sementara itu, Reza mengaku, minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat nilai tukar rupiah melemah, dan pastinya terombang-ambing sentimen global.

 


(AHL)