PTPP Raup Kontrak Rp5,2 Triliun di Februari 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 08 Mar 2018 10:33 WIB
ptpp
PTPP Raup Kontrak Rp5,2 Triliun di Februari 2018
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat kontrak baru sebesar Rp5,2 triliun dari Januari hingga Februari 2018. Kontrak baru itu dapat tambahan Rp2,86 triliun, yang terdiri dari induk usaha sebesar Rp2,65 triliun dan entitas anak sebesar Rp215 miliar.

Kontrak yang didapatkan hingga Februari 2018 mengalami peningkatan 20 persen bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan kontrak baru induk didapat dari proyek-proyek besar, seperti perluasan Apron Ngurah Rai sebesar Rp1,36 triliun, proyek Runway Soekarno-Hatta Section I sebesar Rp726 miliar, dan proyek Vasanta Park Cikarang sebesar Rp466 miliar.

"Untuk entitas anak kontrak baru didapatkan dari PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp150 miliar dan PT PP Presisi Tbk (PPRE) sebesar Rp65 miliar di Februari 2018," kata Direktur Utama PTPP Tumiyana, dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Berdasarkan proyek owner sampai dengan Februari 2018, dia menyebutkan, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 71 persen, disusul segmen swasta sebesar 27 persen dan segmen pemerintah sebesar dua persen.

Adapun kontrak hingga Februari 2018, maka total kontrak yang dihadapi atau order book yang dicapai PTPP per Februari 2018 sebesar Rp63,3 triliun, terdiri dari kontrak baru sebesar Rp5,2 triliun dan kontrak carry over 2017 sebesar Rp58,1 triliun.

Selama 2017, PTPP meraih kontrak baru sebesar Rp41 triliun, yang terdiri dari kontrak regular sebesar Rp38,7 triliun dan kontrak joint-operation (JO) sebesar Rp2,3 triliun. Untuk 2018, PTPP membidik kontrak baru sebesar Rp49 triliun atau 20 persen lebih tinggi dari perolehan kontrak baru yang diraih selama 2017.

"Dengan target kontrak baru ini, PTPP akan memiliki total order book lebih dari Rp100 triliun yang akan menjadi basis yang kuat bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, tidak hanya untuk 2018, tapi juga untuk tahun-tahun berikutnya," pungkas Tumiyana.


(AHL)