BEI Prediksi IHSG Tetap Stabil Jelang Libur Lebaran

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 19 Jun 2017 20:37 WIB
bei
BEI Prediksi IHSG Tetap Stabil Jelang Libur Lebaran
Ilustrasi. ANT/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap stabil dan tidak akan berpengaruh akibat aksi profit taking (ambil untung) menjelang libur Lebaran tiba. Meskipun, nantinya ada terjadi penurunan nilai transaksi.

"Mendekati hari raya ‎(Lebaran) memang terjadi penurunan njlai transaksi disamping juga market yang berfluktuatif‎, mestinya tidak akan berpengaruh," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat kepada Metrotvnews.com, Senin 19 Juni 2017.

baca : Jelang Lebaran, Bursa Pastikan Ada Lima Perusahaan IPO

Penurunan nilai transaksi, menurut Samsul, karena pelaku pasar (investor) domestik sudah mulai disibukkan dengan datangnya musim libur hari raya Idulfitri.

"Makanya agak berpengaruh, walaupun sedikit pengaruhnya," tutur Samsul.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ‎Analis MNC Sekuritas Heldy Arifien memperkirakan, posisi penutupan indeks sebelum hari Idul ‎Fitri di tahun ini akan berada dikisaran 5.690-5.790.

‎Penurunan indeks belakangan ini, bilang Heldy, dikarenakan geraknya sudah terlampau jauh ke level 5.800. Dengan begitu, pelaku pasar mencoba mengambil keuntungan dari hijaunya indeks yang terjadi belakangan ini.

"Sudah peak saja di area puncak dan momentum untuk booker keuntungan. Mereka cashing out profit di harga atas," papar dia.

Indeks yang sempat anjlok ke bawah 5.700, Heldy menyatakan, hal itu masih wajar. Pasalnya, batas support indeks masih ada di posisi 5.650 dan 5.690. Kalau sudah berada di bawah level tersebut, maka bisa dikatakan indeks sedang terpukul jauh.

"Kalau IHSG tembus dua candle di bawah 5.685 dan 5.690, baru saya sebut anjlok. Kemarin masih di kisaran 5.675 itu masih candle. Jadi kalau sebelum Lebaran IHSG tutup di 5.620, maka baru anjlok. Saat ini, saya masih cukup nyaman untuk mengatakan flat pergerakan indeks," terang Heldy.

 


(SAW)