Rupiah Pagi Kokoh di Rp13.945/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 06 Feb 2019 09:01 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Kokoh di Rp13.945/USD
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan Senin sore di posisi Rp13.961 per USD. Sejauh ini, arus modal masih deras masuk ke Tanah Air dan membuat nilai tukar rupiah tidak mudah terhantam oleh mata uang Paman Sam.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 6 Februari 2019, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka kokoh di Rp13.945 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.741 per USD.

Sementara itu, kurs USD menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), ketika para investor menunggu pidato kenegaraan Presiden Donald Trump untuk kemungkinan pembaruan tentang perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Indeks USD, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 96,064. Indeks, yang mencapai tertinggi lebih dari satu minggu di 96,12 di awal sesi, sedikit berubah untuk tahun ini.

Euro diperdagangkan 0,2 lebih rendah terhadap dolar, setelah survei menunjukkan bahwa bisnis zona euro berkembang pada tingkat terlemah mereka sejak pertengahan 2013 pada awal tahun ini. Pemulihan berkelanjutan dalam selera investor terhadap risiko telah memberikan tekanan terhadap mata uang safe-haven, menyeret franc Swiss lebih rendah.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 172,15 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 25.411,52 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,83 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 2.737,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 54,55 poin atau 0,74 persen lebih tinggi, menjadi 7.402,08 poin.

Keuntungan tiga digit poin Dow Jones dipicu oleh reli saham Boeing. Saham produsen pesawat terbang itu menguat 3,32 persen menjadi sebesar USD410,18 per saham pada penutupan perdagangan.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor consumer discretionary (barang dan jasa yang dianggap tidak penting oleh konsumen, tetapi diinginkan jika pendapatan yang tersedia cukup untuk membelinya) serta jasa-jasa komunikasi naik lebih dari 0,9 persen, mengungguli sektor lainnya.


(ABD)