Pengembang Singapura Bangun Apartemen di Alam Sutera Rp1,3 Triliun

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 11 Nov 2017 16:14 WIB
propertiapartemen
Pengembang Singapura Bangun Apartemen di Alam Sutera Rp1,3 Triliun
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Pengembang properti asal Singapura PT Brewin Mesa Sutera menunjuk kontraktor PT China State Construction Overseas Development Shanghai (Indonesia) untuk membangun proyek apartemen perdana "The Lana".

Anak usaha dari China State Construction Engineering Corp Ltd (CSCEC) tersebut merupakan perusahaan konstruksi nomor 1 di dunia dan berada di peringkat 24 di Fortune Global 500.

Perseroan mencatat total nilai pembangunan senilai Rp1,3 triliun untuk proyek apartemen mewah yang terletak di kawasan Alam Sutera, yang dikembangkan oleh PT Brewin Mesa Sutera, dan merupakan perusahaan gabungan dari pengembang asal Singapura Brewin Mesa Pte Ltd (Brewin Mesa) dan Shenning Emerging Asia Real Estate Fund Pte Ltd (Shenning).

"Ini adalah momen penting bagi kami, di mana kami menunjuk CSC sebagai kontraktor utama untuk The Lana. Pemilihan kontraktor utama untuk membangun tepat waktu, terutama kepada pembeli serta dibangun dengan kualitas terbaik," kata Presiden Direktur Brewin Mesa Sutera, Bill Cheng, dalam siaran persnya, Sabtu 11 November 2017.

CSC adalah perusahaan konstruksi yang diketahui telah membangun 6.000 proyek di lebih dari 48 negara di seluruh dunia dan memperoleh pendapatan sebesar USD141 miliar pada 2016.

Selain itu, CSC juga merupakan salah satu perusahaan konstruksi yang paling kuat secara finansial di dunia, dengan peringkat A dengan Stable Outlook by Standards & Poor, Moody's, dan Fitch Ratings.

Dia menuturkan, di Asia, CSC telah menyelesaikan banyak proyek high-end di kota-kota utama di Asia -hotel mewah, gedung perkantoran Grade A dan gedung apartemen mewah. CSC juga telah menyelesaikan sebagian besar gedung super tinggi di dunia, termasuk The World
Financial Centre (sebuah Grade A Office Tower dan Hyatt Hyatt bintang 5, Shanghai), Tianjin Chow Tai Fook Center (sebuah Grade A Office Tower dan Hotel super bintang lima, Tianjin), The Astaka di Johor Bahru, Malaysia (gedung hunian tertinggi di Asia Tenggara).

"Sementara di Indonesia, CSC sedang membangun Signature Tower di SCBD, gedung tertinggi di Asia, dan juga Indonesia One, dua menara perkantoran Grade A dengan jumlah 60 lantai di pusat CBD Jakarta," jelasnya.

Direktur Eksekutif PT China State Construction Overseas Development Shanghai Li Jie, menambahkan, kerja sama untuk membangun proyek ini menjadi tolak ukur perseroan untuk membangun apartemen bertingkat tinggi.

"Kami mengekspresikan antusiasme dan komitmen kami untuk memberikan kualitas konstruksi tertinggi untuk proyek ini sehingga akan menjadi patokan untuk apartemen mewah di Indonesia," kata Jie.

Berangkat dari proyek ini, pihaknya pun berencana membangun bisnis jangka panjang di Indonesia, dengan tujuan menjadi salah satu kontraktor papan atas di negara ini.

"Untuk membangun track record, kami hanya akan menerima proyek paling bergengsi untuk beberapa kontrak pertama dan akan memberikan yang terbaik. Proyek pertama kami adalah
Indonesia One, dua menara perkantoran Grade A dengan jumlah 60 lantai yang terletak di sebelah Plaza Indonesia dan kami baru saja mendapatkan kontrak untuk Signature Tower di SCBD," jelas dia.
 
The Lana diharapkan selesai pada kuartal I-2020. Pelanggan dapat melihat dan merasakan pengalaman unik secara langsung proyek apartemen The Lana dengan mengunjungi show unit di The Lana Marketing Gallery, Alam Sutera.


(AHL)