Rupiah Mampu Menguat Jelang Pertemuan The Fed

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:38 WIB
kurs rupiah
Rupiah Mampu Menguat Jelang Pertemuan The Fed
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore ini terpantau menguat dibandingkan dengan pembukaan pagi tadi di Rp13.156 per USD. Nilai tukar rupiah mampu menguat menjelang pertemuan Federal Reserve pada 20-21 September.

Mengutip Bloomberg, Selasa 20 September, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.145 per USD menguat sebanyak tujuh poin atau setara 0,05 persen. Day range nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.113 per USD sampai Rp13.164 per USD dengan year to date return di minus 4,70 persen.

Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.145 per USD. Level terendah nilai tukar rupiah di posisi Rp13.109 per USD dan level tertinggi nilai tukar rupiah di posisi Rp13.156 per USD. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.142 per USD.

Sebelumnya, K‎epala ‎Analis PT NH Korindo Securites Indonesia Reza Priyambada mengatakan, gerak nilai tukar rupiah masih akan akan cenderung bergerak variatif terhadap USD. Walaupun demikian tetap antisipasi pembalikan arah melemah pada nilai tukar rupiah.

‎"Waspada pembalikan melemah pada nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah akan bergerak di level resisten Rp13.125 per USD serta support Rp13.165 per USD," ujar Reza Priyambada.

‎Reza menuturkan nilai tukar rupiah terlihat bergerak menguat pada perdagangan kemarin, tapi cenderung terbatas imbas dirilisnya hasil Inflasi AS. Mata uang Garuda sempat menguat tajam di area Rp13.130 per USD, tapi rupiah kembali terkena aksi profit taking sehingga terlihat bergerak kembali flat menuju harga pembukaan.

"USD terlihat melemah terhadap GBP -0,25 persen, EUR -0,23 persen. Tetapi, menguat terhadap CNY 0,21 persen. Hal tersebut berimbas pada terbatasnya pergerakan rupiah. Investor cenderung berhati-hati terhadap aset mata uang risiko mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS," pungkas Reza.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA