Astra-Modernland Bentuk Usaha Patungan Properti

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 12 Oct 2016 19:22 WIB
astra international
Astra-Modernland Bentuk Usaha Patungan Properti
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) dan Hongkong Land Group Ltd, yaitu PT Astra Land Indonesia (50:50) bersama PT Mitra Sindo Makmur (anak usaha PT Modernland Realty Tbk) menandatangani perjanjian dasar pembentukan perusahaan patungan di bidang properti.

Astra Land dan Mitra Sindo Makmur, masing-masing memegang saham 50 persen di perusahaan patungan tersebut. Perusahaan patungan ini merencanakan akan mengakuisisi dan mengembangkan lahan perumahan skala kota (township) seluas sekitar 70 hektare (ha) di kawasan Jakarta Timur.

Presiden Direktur dan Direktur Astra Land Indonesia Wibowo Muljono melihat ada potensi dari area pengembangan kawasan ini. Salah satunya adalah infrastruktur yang sudah tersambung ke seluruh area Jakarta dan sekitarnya. Selain itu ukuran luas kawasan ini tergolong cukup besar untuk pengembangan yang berkesinambungan, di dalam kota Jakarta.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memiliki mitra yang ahli dan mengenal dengan baik seluk beluk pengembangan di kawasan Jakarta Timur. Modernland Realty memiliki keahlian dan pemahaman tersebut, baik secara pasar maupun pengembangan di kawasan sekitarnya. Kami berharap dapat memberikan kontribusi dengan membangun proyek yang mempunyai tolok ukur berstandar internasional," kata Wibowo dalam siaran persnya, Rabu (12/10/2016).

Presiden Direktur Modernland Realty William Honoris menambahkan, perusahaan terus mencari mitra terkemuka dengan rekam jejak yang baik, untuk mencapai pasar konsumen yang lebih luas dan meningkatkan penetrasi produk-produknya.

William berharap dengan banyaknya program pemerintah yang mendorong percepatan pemulihan makroekonomi akan membuat pertumbuhan yang signifikan dalam dunia properti. "Kami harap peluncuran cluster pertama dari proyek kerja sama ini akan bertepatan dengan kondisi makro yang lebih membaik, dan pasar properti yang telah mengalami peningkatan," jelas William.

Nilai transaksi atas akuisisi tanah sebesar Rp3,4 triliun. Untuk rencana pengembangan, kata William, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Wibowo menambahkan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan fungsi-fungsi yang membuat sebuah township menjadi hidup. Produk-produk properti yang akan dibuat dalam proyek ini adalah perumahan, apartemen, area komersial dan area ruang terbuka publik yang rencananya akan mulai diluncurkan satu tahun dari sekarang dengan target pasar kalangan menengah ke atas.


(AHL)