Kuartal III-2018

BRI dan Astra, Emiten dengan Laba Bersih Terbesar

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 06 Nov 2018 12:32 WIB
emitenbei
BRI dan Astra, Emiten dengan Laba Bersih Terbesar
Ilustrasi BRI. (FOTO: MI)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada lima emiten yang membukukan laba bersih terbesar pada kuartal III-2018. BRI terpantau menduduki peringkat pertama sebesar Rp23,5 triliun.

Direktur Penilaian BEI IGN Nyoman Yetna membeberkan, setelah BRI, di peringkat selanjutnya ada PT Astra International Tbk (ASII) dengan membukukan laba bersih sebesar Rp21,5 triliun.

Selanjutnya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan laba bersih sebesar Rp20,6 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di urutan keempat dengan laba bersih Rp18,7 triliun.

"Sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kelima dengan laba bersih sebesar Rp18,5 triliun," ujar dia di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Sementara itu, perusahaan yang membukukan total aset terbesar per 30 September 2018 adalah BRI senilai Rp1.183 triliun. Bank Mandiri menjadi emiten terbesar kedua dari sisi aset sebesar Rp1.173 triliun.

BCA menyusul di posisi ketiga dengan total aset sebesar Rp798,9 triliun. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menduduki peringkat keempat dengan total aset sebesar Rp763,5 triliun. Sementara Astra International di urutan kelima dari sisi aset dengan nilai Rp333,3 triliun.

BEI mencatat sebanyak 87 persen atau 519 perusahaan membukukan laba bersih pada kuartal III-2018. Adapun dari 519 perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2018.

"Secara umum, kinerja keuangan perusahaan tercatat meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya," jelas IGN Nyoman Yetna.

Ia menuturkan, sebanyak 405 perusahaan membukukan laba bersih dan sebanyak 301 perusahaan membukukan kenaikan laba bersih jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2017.

Sementara untuk data pendapatan perusahaan tercatat, mengalami kenaikan sebesar 10 persen dari Rp1.876 triliun pada kuartal III-2017 menjadi Rp2.061 triliun pada kuartal III-2018.

BEI juga mencatat capaian laba bersih juga mengalami kenaikan sebesar 12 persen dari sebesar Rp218 triliun pada kuartal III-2017 menjadi sebesar Rp244 triliun pada kuartal III-2018. Sementara untuk total aset mengalami kenaikan sebesar enam persen dari sebesar Rp9.177 triliun pada akhir 2017 menjadi sebesar Rp9.687 triliun pada kuartal III-2018.

Sektor yang membukukan peningkatan pendapatan dibukukan oleh sektor pertambangan, aneka industri, dan trade-service and investment. Sedangkan persentase peningkatan aset terbesar dibukukan oleh sektor pertambangan, aneka industri, serta properti, real estate dan konstruksi bangunan.

Sementara sektor yang membukukan persentase peningkatan laba bersih terbesar adalah basic industry dan chemical, miscellaneous industry, serta properti, real estate dan konstruksi bangunan.

 


(AHL)