Kuartal I-2017

Pendapatan Dorong Kenaikan Laba Chandra Asri 181%

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 17 May 2017 10:58 WIB
chandra asri petrochemical
Pendapatan Dorong Kenaikan Laba Chandra Asri 181%
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kinerja laba bersih ‎PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami peningkatan sebesar 181 persen di kuartal I-2017 dari posisi USD38,4 juta di akhir Maret 2016 menjadi USD107,8 juta.

Sementara itu, posisi laba kotor juga naik tiga kali lipat atau setara 185 persen menjadi USD176,3 juta, dibandingkan posisi sebelumnya di kuartal I-2016 sebesar USD61,9 juta.

Adapun kinerja laba yang meningkat karena ada dorongan baik dari posisi pendapatan bersih perseroan. Sedangkan tingkat pendapatan ‎anak usaha Barito Pacific ini naik 77 persen sepanjang tiga bulan pertama di tahun ini menjadi USD632,7 juta. Padahal pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya masih mencapai USD358,2 juta.

‎"Kinerja pendapatan yang naik banyak disebabkan oleh kenaikan volume penjualan sebesar 37 persen menjadi 554KT dari 405KT pada kuartal pertama 2016 ditambah dengan marjin laba kotor yang lebih tinggi sebesar 28 persen dibandingkan dengan 17 persen pada kuartal pertama 2016, terutama dari marjin kuat yang dihasilkandari produk-produk Olefins dan Butadiene," ungkap Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 17 Mei 2017.

Dengan prestasi yang cukup baik di tiga bulan pertama tahun ini, Erwin mengaku, kinerja tersebut akan membuat perseroan meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi portofolio produk. Dengan begitu memberikan nilai lebih tinggi kepada para pemangku kepentingan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia.

Industri petrokimia pada dasarnya, sambung dia, bersifat siklikal dan untuk sepanjang 2017 yang tersisa, perseroan akan fokus untuk mempertahankan utilisasi pabrik yang tinggi, menjalankan operasi yang aman dan mengoptimalisasi portofolio produk perseroan.

‎‎Selain itu, Erwin menyatakan, manajemen memiliki sejumlah rencana ekspansi yang sedang dieksekusi dan dalam perencanaan, seperti peningkatan kapasitas pabrik Butadiene sebesar 37 persen menjadi 137KTA, debottlenecking pabrik Polypropylene menjadi 560KTA dari 480KTA.

"Kami juga punya rencana pembangunan pabrik Polyethylene baru dengan kapasitas sebesar 400KTA, dan studi kelayakan kompleks petrokimia terintegrasi kedua di Indonesia," pungkas Erwin.


(AHL)