Intiland Bagi Keuntungan ke Pemegang Saham Rp51,8 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 18 May 2017 18:17 WIB
intiland development
Intiland Bagi Keuntungan ke Pemegang Saham Rp51,8 Miliar
Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi (kiri). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana menebar keuntungan (dividen) ke pemegang saham sebesar Rp51,8 miliar. Jumlah tersebut setara 17,3 persen dari total laba bersih sebesar Rp298,9 miliar di akhir 2016.

‎Penebaran dividen telah disahkan oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Intiland Development‎ Tahun Buku 2016 yang dilakukan di kantor pusat Intiland di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

"Pemegang‎ saham sepakat untuk membagikan dividen. Untuk dividen per sahamnya yang akan kami bagikan itu sebesar Rp5 per saham," ungkap Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi.

Adapun sisa‎ dari laba bersih setelah dibagikan dividen, akan dialokasikan perseroan sekitar Rp2 miliar untuk dana cadangan wajib. Sedangkan Rp245 miliar sisanya akan digunakan sebagai laba ditahan demi memudahkan perseroan dalam menjalankan roda bisnis di tahun ini maupun yang akan datang.

‎Sebagai informasi, Intiland Development tercatat meraup laba sebesar Rp298,9 miliar di sepanjang 2016. Angka itu turun sekitar 25,6 persen bila dibandingkan pencapaian laba bersih hingga akhir 2015.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development Archied Noto Pradono mengatakan, industri properti nasional mengalami tekanan cukup berat sepanjang 2016. Kondisi ini secara langsung menekan kinerja penjualan sehingga berpengaruh pada pencapaian profitabilitas perseroan.

"Kami membukukan laba bersih Rp298,9 miliar, atau turun 25,6 persen dibandingkan 2015. Penurunan laba juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan beban operasional dan beban bunga sepanjang 2016," kata Archied.

Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp1,04 triliun, atau relatif stabil dari pencapaian 2015. Laba usaha tercatat mencapai Rp404,3 miliar, atau lebih rendah 11,6 persen dibandingkan 2015 sebesar Rp457,1 miliar.

Perseroan mencermati sepanjang tahun lalu telah terjadinya tren penurunan di pasar properti nasional. Para konsumen dan investor properti cenderung lebih mengambil sikap menunggu dan menunda pembelian maupun melakukan investasi di sektor properti. Gejala ini telah mempengaruhi kinerja penjualan perseroan dengan perolehan marketing sales sebesar Rp 1,6 triliun.

Nilai pencapaian tersebut lebih rendah 12,9 persen dibandingkan perolehan 2015 yang mencapai Rp1,9 triliun. Hal tersebut membuat perseroan terpaksa menunda peluncuran dua proyek baru skala besar di 2016 akibat kondisi pasar properti yang kurang kondusif.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA