PTPP Bukukan Kontrak Rp21,9 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 07 Aug 2017 18:15 WIB
ptpp
PTPP Bukukan Kontrak Rp21,9 Triliun
Illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah membukukan kontrak baru sebesar Rp21,9 triliun di sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.

"Bulan Juli itu dapat Rp1,7 triliun. Jadi sepanjang Januari sampai Juli 2017, kontrak baru Rp21,9 triliun. Itu belum termasuk proyek Kulon Progo sebesar Rp6 triliun," kata ‎Direktur Utama PTPP Tumiyana, ditemui dalam acara Public Expose Marathon di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Sepanjang enam bulan pertama di tahun ini, PT PP‎ telah membukukan kontrak baru sebesar Rp20,2 triliun. Pencapaian itu mengalami peningkatan 43 persen bila dibanding perolehan kontrak sebesar Rp14,1 triliun di enam bulan pertama tahun 2016.

"Semester I-‎2017 ini, perseroan mencapai kontrak baru Rp20,2 triliun, atau setara 49,7persen dari total target yang ditetapkan oleh perseroan pada sepanjang tahun ini sebesar Rp40,6 triliun," tutur dia.

Tumiyana mengaku, pecapaian kontrak baru sebesar Rp20,2 triliun, terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp17,8 triliun dan anak usaha sebesar Rp2,4 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih selama bulan Juni, seperti pembangunan Marine Facilities dan Tangki Penyimpanan Minyak Mentah 3x200.000 m3 di Bantaeng Sulawesi Selatan sebesar Rp2,3 triliun, jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo (lanjutan) Rp1,1 triliun.

Kemudian, pembangunan Depok Stater City Rp1 triliun, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta (Taxiway) Rp658 miliar, pembangunan‎ Bendungan Lolak Paket II sebesar Rp447 miliar, CSTS Tangguh sebesar Rp390 miliar, Universitas Negeri Surabaya Rp165 miliar, Jalur Kereta Api Bandar Tinggi Kuala Tanjung Rp163 miliar, Universitas Tanjung Pura Kalimantan Barat Rp159 miliar, dan sebagainya.

Komposisi kepemilikan (owner) perolehan kontrak baru hingga bulan Juni 2017 berasal dari BUMN sebesar 62,5persen, swasta sebesar 26,3 persen dan pemerintah sebesar 11,2 persen. Sedangkan untuk jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 32 persen, EPC 36 persen, Jalan Jembatan 19 persen dan Bangunan Air 14 persen.

"Dengan mengantongi kontrak baru sampai dengan Juni 2017 sebesar Rp20,2 triliun, manajemen masih optimistis target kontrak baru 2017 sebesar Rp40,6 triliun ini dapat terlampaui di akhir tahun ini," terang Tumiyana.

Selain itu, perseroan memprognosakan pada semester I-2017 dapat meraih pendapatan usaha sebesar Rp8,1 triliun atau tumbuh 27 persen, bila dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp6,4 triliun.

Dengan pendapatan usaha sebesar Rp8,1 triliun, kata Tumiyana, perseroan memprediksi dapat meraup laba bersih sebesar Rp625 miliar di semester satu tahun ini, atau naik 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp410 miliar.


(SAW)