Tangani Polemik Garuda Indonesia, Pemerintah Bentuk Satgas

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 05 Jun 2018 18:44 WIB
garuda indonesia
Tangani Polemik Garuda Indonesia, Pemerintah Bentuk Satgas
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury. Medcom/Kautsar.

Jakarta: Pemerintah malalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan membuat task force atau layaknya satuan tugas (satgas) untuk menengahi polemik Serikat Pekerja Garuda (Sejarah) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) yang tengah bergulir.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury. Pihaknya mengatakan solusi tersebut untuk dapat mengetahui titik permasalahan dikedua belah pihak.

"Solusinya dengan mediasi dalam bentuk task force, sehingga bisa dicoba cari permasalahan dan apa saja solusinya," ujarnya usai melakukan koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, di Kantor Maritim, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Ia menambahkan task force tersebut akan diisi dengan kementerian terkait, manajemen Garuda, dan serikat pekerja. "Jadi kalau dari kita senang sekali dan berusaha untuk difasilitasi baik itu oleh kantor Menko Maritim maupun Menteri BUMN," tambahnya.

Selain itu, pihaknya tetap membuat peluang sebesar-besarnya untuk serikat pekerja dapat berkomunikasi agar masalah ini tidak berlarut-larut. "Kita selalu mengharapkan untuk tetap melakukan komunikasi dan selalu terbuka untuk bisa melakukan komunikasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Keuangan Bank Mandiri itu menekankan rencana aksi mogok kerja yang akan dilakukan serikat pekerja belum dapat menyelesaikan masalah yang ada. Dia berharap perusahan transportasi milik pemerintah itu jangan mengorbankan kepentingan masyarakat.

"Jadi permasalahan yang ada mari kita bicarakan, jangan sampai kepentingan masyarakat umum menjadi korbannya, kita diskusi bagaimana pelayanan publik ini bisa terus bagus," tuturnya.

Pihaknya punya menjamin rencana yang akan dilakukan serikat tersebut tidak akan terjadi pada momentum  Ramdan ini. "Tapi kita  tidak akan  melakukan aksi mogok pada saat peak season," tutupnya.

 


(SAW)