Awal Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

Annisa ayu artanti    •    Senin, 10 Sep 2018 07:46 WIB
ihsg
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi akan menguat terbatas di level 5.830-5.910.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan setelah ditutup menguat cukup optimistis 75,37 poin ke level 5.851,46, di antara indeks saham di Asia diprediksi IHSG akan kembali menguat di awal pekan.

Data indeks keyakinan konsumen turun moderat dan data cadangan devisa masih berada di atas USD115 miliar menjadi penawar ketegangan investor pada nilai tukar rupiah. Selain itu, IHSG juga menguat karena melihat prospek pemerintah yang melakukan intervensi terhadap rupiah sehingga rupiah masih mempunyai nafas.

Lebih lanjut, Lanjar menuturkan secara teknikal pergerakan IHSG diakhir pekan hampir menutup pelemahan signifikan yang terjadi pada Rabu dengan bergerak menguji resisten Moving Average 50 hari di kisaran level 5.900. Indikator stochastic golden-cross pada area yang cenderung dekat oversold.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak tertahan diawal pekan dengan kecenderungan menguat terbatas menuji kembali MA50 pada rentan pergerakan 5.830-5.910," kata Lanjar dalam riset hariannya, Senin, 10 September 2018.

Senada, Vice President Research Departement PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan menguat hari ini.

Ia mengatakan IHSG diprediksi menguat karena telah dirilisnya data perekonomian yakni cadangan devisa yang mengalami peningkatan. Hal tersebut menjadi sentimen positif dalam pekan yang cukup pendek ini.

"Kondisi nilai tukar rupiah yang berpotensi untuk terapresiasi dalam beberapa waktu mendatang mengingat USD indeks yang mulai tertekan juga dapat turut memberikan sentimen positif terhadap IHSG," jelas William.

Selain itu, rilis data perekonomian tentang penjulan eceran juga turut mendongkrak kenaikan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat di level 5.671 sampai 5.889.

Beberapa saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), serta PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Kemudian cermati pula gerak saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).



(AHL)