IHSG Berpeluang Kembali Menguat

Angga Bratadharma    •    Selasa, 10 Oct 2017 09:46 WIB
ihsg
IHSG Berpeluang Kembali Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup pada teritori negatif, yang dilihat lebih karena koreksi teknikal setelah mengalami tren penguatan sejak beberapa waktu belakangan ini. Selain itu, pelaku pasar juga sedang menantikan rilisnya kinerja keuangan para emiten dan data–data penting seperti retail sales.

"Berbeda dengan bursa AS, bursa Eropa ditutup cenderung variatif," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Pada Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju ke level 5.914 seiring mayoritas bursa Asia Pasifik dan Eropa yang menguat. Pada hari ini diperkirakan IHSG berpotensi kembali melemah, yang turut dibayangi oleh pelemahan pada bursa global dan regional Asia pada pagi ini.

"Selain itu, kami juga melihat kenaikan IHSG yang sudah cukup tinggi dalam beberapa waktu belakangan ini. Selain itu, pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan berpotensi terpengaruh oleh rilisnya sejumlah laporan keuangan para emiten untuk 9M17," sebut Samuel Research Team.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 12,60 poin atau 0,06 persen menjadi 22.761,07. Sedangkan S&P 500 turun 4,60 poin atau 0,18 persen menjadi 2.544,73. Indeks Komposit Nasdaq turun 10,45 poin atau 0,16 persen menjadi 6.579,73.

Beberapa perusahaan besar yang dijadwalkan melaporkan hasil kuartalan minggu ini antara lain BlackRock, Citigroup, Bank of America dan Wells Fargo. Pendapatan kuartal ketiga diperkirakan meningkat 4,9 persen dari tahun ke tahun, menurut data dari Thomson Reuters.

Pendapatan kuartal III diperkirakan akan meningkat 4,3 persen dari kuartal III tahun lalu. Telah terjadi peningkatan optimisme atas perombakan pajak yang diajukan oleh Presiden Donald Trump. Meski tidak ditampik kebijakan tersebut perlu dirinci lebih lanjut.

Trump dan Partai Republik atas di Kongres berharap untuk memberlakukan paket pemotongan pajak untuk perusahaan, usaha kecil dan individu sebelum Januari mendatang, dengan mengatakan bahwa pajak yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pekerjaan dan upah.


(ABD)