Peluang Koreksi Indeks Masih Terus Terjadi

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 10 Nov 2017 10:13 WIB
ihsg
Peluang Koreksi Indeks Masih Terus Terjadi
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren koreksi jangka pendek, seiring adanya pola peningkatan volume jual yang terjadi pada transaksi sebelumnya.

"Pelemahan IHSG kembali dimungkinkan terjadi, seiring masih tingginya volume jual. Asumsi posisi IHSG yang sudah premium tentunya memicu pelaku pasar untuk melakukan aksi jual," ujar Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, dalam riset hariannya, Jumat 10 November 2017‎.

Reza berh‎arap, pelemahan indeks bisa lebih terbatas, sehingga terbuka peluang untuk mengalami rebound. "Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan potensi penguatan IHSG," ungkap Reza.‎

Analis PT Indosurya Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks akan dipengaruhi oleh data ekonomi terkait current account. Potensi kenaikan masih terbuka cukup lebar karena posisi support 5.969 terlihat terjaga cukup kuat.

"Peluang untuk mengukir rekor baru juga terbuka cukup besar untuk mengarah ke posisi 6.098," jelas William.

Meski demikin, dia mengungkapkan jika potensi koreksi wajar masih ada. Namun dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian dengan tujuan rentang investasi jangka panjang.

‎Mengamati keadaan satu hari ini, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), serta PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Kemudian, cermati juga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).


(AHL)