Gerak Imbal Hasil SUN Diprediksi Masih Turun

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Jul 2017 10:33 WIB
surat utangobligasi
Gerak Imbal Hasil SUN Diprediksi Masih Turun
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Koreksi imbal hasil masih akan berlanjut dan pengetatan kebijakan moneter oleh European Central Bank (ECB) jadi ancaman. Imbal hasil obligasi negara maju masih melanjutkan penurunannya dan kali ini dipimpin oleh imbal hasil UST yang tertekan oleh rilis inflasi Amerika Serikat (AS) yang turun.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengungkapkan, seirama dengan pesimisme pidato Ketua the Fed Janet Yellen di depan kongres, hal itu mampu menekan imbal hasil UST sekaligus dolar index. Fokus saat ini tertuju pada pertemuan ECB dan Bank of Japan (BoJ) pada Kamis mendatang.

"ECB menjadi perhatian utama di tengah isu pengurangan stimulusnya," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Dari domestik, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) masih turun mengikuti sentimen global walaupun ada ancaman pelebaran defisit serta isu perombakan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ruang turun imbal hasil masih ada melihat arah imbal hasil global.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) juga ditunggu Kamis mendatang di mana BI RR rate diperkirakan tetap di 4,75 persen," ujar Rangga.

Sementara itu, inflasi AS kembali turun dan pergerakan USD semakin tertekan. Setelah inflasi produsen diumumkan melambat, giliaran inflasi konsumen AS yang turun. Itu cukup untuk membuat dolar index kembali turun dalam bersamaan dengan imbal hasil UST.

Hal itu juga sejalan dengan pesimisme Ketua the Fed Janet Yellen yang sebelumnya disampaikan di depan kongres. Fokus minggu ini akan kembali beralih ke zona euro, di mana pada Kamis mendatang ECB akan mengumumkan pandangannya terhadap perekonomian serta prospek stimulus.

 


(ABD)