Biaya Sewa dan Infrastruktur Tinggi Membebani Keuangan Sevel

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Jul 2017 19:10 WIB
7-eleven
Biaya Sewa dan Infrastruktur Tinggi Membebani Keuangan Sevel
Seluruh gerai 7-eleven akan ditutup akhir Juni 2017. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penutupan seluruh gerai 7-Eleven (sevel) milik PT Modern Sevel Indonesia (MSI) telah tidak beroperasi lagi di 30 Juni 2017. MSI merupakan anak usaha dari PT Modern Internasional Tbk (MDRN).

‎Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menceritakan, penutupan seluruh gerai karena tingginya biaya sewa dan infrastruktur yang tinggi. 

"Mereka (Modern Internasional) majornya mungkin penutupan lebih pada biaya cukup berat, sewa, biaya infrastruktur persyaratan yang harus ditetapkan sebagai franchise cukup besar," kata Samsul, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Meski manajemen berbicara seperti itu, Samsul memiliki pendapat sendiri, jika penutupan usaha sevel lebih dikarenakan risiko bisnis yang mereka hadapi saat ini. Sebab, banyak usaha yang sama dengan sevel.

‎"Biaya sebagian besar utang, melalui perbankan. Dari sisi bisnis cukup bagus memang merknya cukup kuat," ungkap Samsul.

Lanjut Samsul, faktor regulasi pemerintah juga membuat sevel tutup. Meski, dampak aturan pemerintah tersebut hanya menggores sebagian kecil saja bagi bisnis sevel.

"Mereka cerita soal regulasi pemerintah, cuman itu dampaknya minor aja, mereka menyebut regulasi pemerintah tidak terlalu besar," pungkas Samsul.

 


(SAW)