Kondisi Bursa Lesu, Emiten Susutkan Saham saat IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Apr 2018 15:06 WIB
emitenipo
Kondisi Bursa Lesu, Emiten Susutkan Saham saat IPO
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA)

Jakarta: Dua perusahaan baru saja resmi menjadi emiten bursa, yakni PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) dan PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM). Meski demikian, rencana pelepasan saham (IPO) kedua perusahaan tidak berjalan mulus, karena mereka menurunkan porsi saham yang dilepas.

Sebelumnya Tridomain Performance Material berniat melepas 5,79 miliar saham di rentang harga Rp220-Rp270 per saham. Tapi, keadaan itu berubah menjadi 1,80 miliar saham yang dilepas di harga Rp228 per saham. Sehingga meraih dana segar cukup sedikit hanya sebesar Rp411 miliar.

Senada dengan Tridomain, Gihon Telekomunikasi Indonesia juga menyusutkan pelepasan sahamnya di bursa, dari 200 juta saham menjadi 152,‎88 juta saham. Dari hasil IPO, perusahaan meraup dana segar Rp178,8 miliar.

‎Pengurangan jumlah saham yang dilepas, tak lain karena kondisi pasar modal yang terjadi pada saat ini. Maka dari itu, perusahaan memang seharusnya menurunkan jumlah saham.

"Dikurangi ‎karena kondisi pasar tidak stabil sehingga lebih baik diturunkan agar dapat diserap pasar," ungkap Associate Director PT Sinarmas Sekuritas Harta Setiawan ditemui di G‎edung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 9 April 2018.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Gihon Telekomunikasi Indonesia Rudolf P Nainggolan mengungkapkan alasan yang sama dengan Harta. Penurunan jumlah saham karena menyesuaikan kondisi pasar yang belakangan ini sedang mengalami naik turun.

Dengan begitu, membuat perusahaan tidak pasti untuk melepas besaran saham yang akan dilempar ke publik.‎ "Pasar agak lesu tapi dana yang kita dapat masih sesuai dengan kebutuhan dana kami," sebut dia.

Pagi tadi Gihon Telekomunikasi Indonesia dan Tridomain Performance Materials resmi listing di bursa. Keduanya telah menjadi emiten pasar modal.

Gihon Telekomunikasi Indonesia melepas saham sebanyak-banyaknya 152,88 juta saham, dengan harga penawaran Rp1.170 per saham. ‎Dengan melepas saham tersebut , ‎perusahaan meraup dana segar sebesar Rp178,87 miliar.

Dana segar dari hasil IPO Gihon Telekomunikai setalah dikurangi biaya emisi, sebesar 51,98 persen akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), sebesar 29,07 persen akan digunakan perseroan untuk modal kerja sebagai mendukung operasional, sisanya 15,65 persen untuk belanja modal kerja.

Sedangkan ‎Tridomain Performance Materials ‎melepas saham sebanyak-banyaknya 1,80 miliar saham, dengan harga penawaran Rp228 per saham. Dengan melepas porsi saham tersebut, ‎perusahaan meraup dana segar sebesar Rp411 miliar.

Dana segar dari hasil IPO setalah dikurangi biaya emisi, perusahaan akan menggunakan porsi sebesar 55 persen untuk ekspansi usaha entitas anak, sisanya 45 persen untuk pemberian modal kerja operasional pabrik yang berhubungan dengan produksi.


(AHL)