Volume Penjualan Emas Antam Melesat 303%

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 08 Jun 2018 15:54 WIB
antam
Volume Penjualan Emas Antam Melesat 303%
Ilustrasi. (FOTO: Antara/Ari)

Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan komoditas utama positif pada periode lima bulan pertama di 2018 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pada lima bulan pertama di 2018, Antam mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 10.618 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar 51 persen dari capaian tahun lalu menjadi sebesar 7.019 TNi.

Pertumbuhan produksi ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan feronikel yang mencapai 9.511 TNi atau tumbuh sebesar 97 persen dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai 4.826 TNi.

Sementara untuk komoditas emas, pada lima bulan pertama di 2018 total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 900 kilogram (kg) dengan volume penjualan emas mencapai 12,10 ton atau naik sebesar 303 persen dibandingkan capaian tahun lalu sebesar tiga ton emas.

"Pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan Antam pada lima bulan pertama di 2018 yang positif mencerminkan upaya kami untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan," kata Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Di sisi lain Arie menjelaskan pada Maret 2018 lalu perseroan juga telah mendapatkan rekomendasi perpanjangan persetujuan ekspor mineral logam untuk penjualan ekspor bijih nikel kadar rendah (<1,7 persen Ni) sebesar 2,7 juta wet metric ton (wmt) dan bijih bauksit tercuci dengan kadar >42 persen Aleg sebesar 840 ribu wmt dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode Maret 2018 sampai dengan Maret 2019.

Saat ini Antam masih memiliki tambahan kuota ekspor bijih nikel kadar rendah sebesar 1,2 juta wmt yang diperoleh pada Oktober 2017 dan berlaku hingga Oktober 2018.

Seiring dengan didapatkannya izin ekspor bijih nikel kadar rendah itu, pada lima bulan pertama di 2018 volume produksi bijih nikel Antam mencapai 3,22 juta wmt, naik sebesar 162 persen dengan level penjualan mencapai 1,43 juta wmt atau tumbuh signifikan sebesar 562 persen dibandingkan penjualan bijih nikel 5M17 sebesar 216 ribu wmt.

Sementara untuk volume produksi bauksit tercatat 343 ribu wmt atau tumbuh sebesar 97 persen dengan volume penjualan mencapai 138 ribu wmt, naik sebesar 94 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu.


(AHL)