Gerak IHSG Diprediksi Masih Rawan ke Zona Merah

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 11 Jan 2018 09:05 WIB
ihsg
Gerak IHSG Diprediksi Masih Rawan ke Zona Merah
Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan kembali dibayangi aksi ambil untung lanjutan, setelah kemarin ditutup di zona merah ke posisi 6.371. Meski demikian, sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan nantinya menahan pelemahan lebih dalam.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, gerak indeks pada transaksi kemarin yang sempat menguat malah berbalik melemah, setelah tertekan aksi jual. "Waspadai aksi ambil untung yang akan memanfaatkan kenaikan sebelumnya," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Penurunan indeks yang terjadi di hari sebelumnya, lanjut Reza, masih membuat indeks di atas posisi support 6.366, sedangkan tingkat resisten akan berada di 6.415. Hal ini diharapkan bisa didukung oleh sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri dan luar negeri.

Senada dengan Reza, Kepala Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menambahkan, indeks masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar, sebelum berbalik melanjutkan kenaikan.

Koreksi ‎minor IHSG, kata William, masih dapat dimanfaatkan pelaku pasar dengan mengakumulasi pembelian, hal itu mengingat kondisi bursa saham masih di awal tahun. Sehingga, investasi untuk mengambil untung sangat terbuka dan cukup menjanjikan.

Rilis data ekonomi mengenai penjualan ritel yang mengalami peningkatan, masih kata dia, turut memberikan sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG. Sedangkan tingkat arus modal masuk yang terlihat masih terus terjadi tentunya juga turut menopang pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

"Saat ini, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.189, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.446," tuturnya.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

‎Kemudian, cermati pula saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).‎


(ABD)