Indeks Saham Indonesia Berpotensi Menghijau

Angga Bratadharma    •    Kamis, 08 Nov 2018 09:30 WIB
ihsg
Indeks Saham Indonesia Berpotensi Menghijau
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat di tengah pemilu sela di AS yang sejalan dengan ekspektasi pasar. Kenaikan indeks Dow Jones terjadi disebabkan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang bersedia bekerja sama dan bernegosiasi dengan Partai Demokrat, untuk kepentingan dan menjaga kemajuan ekonomi AS.

Pasar Uni Eropa kemarin juga menguat didorong oleh sentimen yang sama. Dari data terkini makro, selain jadwal rilisnya data bulanan jobless dan continuing claims, investor juga menantikan data inventori serta keputusan suku bunga acuan the Fed. Dari pasar komoditas, harga minyak sempat tercatat naik sedangkan emas turun.

"Dari pasar dalam negeri, tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan potensi ditutup menguat," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Sementara itu, kinerja sembilan bulan pertama di 2018 yang telah rilis, penantian akhir tahun dibarengi ekspektasi Natal, hingga aksi selektif beli midterm memanfaatkan potential gain January Effect, kami lihat masih akan mewarnai fluktuasi pergerakan indeks.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 545,29 poin atau 2,13 persen menjadi 26.180,30. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 58,44 poin atau 2,12 persen menjadi 2,813.89. Indeks Nasdaq Composite naik 194,79 poin, atau 2,64 persen, menjadi 7.570,75.

Hampir pasti bahwa Partai Demokrat akan menguasai DPR dan Partai Republik akan memantapkan cengkeramannya di Senat. Investor bullish mengikuti hasil pemilu sela karena mereka percaya bahwa kemacetan kebijakan fiskal di Washington akan membantu pasar.

Mereka mengharapkan kebijakan pro-bisnis Presiden AS Donald Trump tetap dilanjutkan, dan Kongres bisa memberikan pemeriksaan yang lebih luas atau ketat pada langkah-langkah di masa mendatang yang berpotensi mengganggu seperti kebijakan perdagangan AS terhadap mitra dagang utama.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA