Analis: Rupiah Diharapkan Lanjutkan Penguatan

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 15 Nov 2017 09:20 WIB
kurs rupiah
Analis: Rupiah Diharapkan Lanjutkan Penguatan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terus dibayang-dibayangi dolar Amerika Serikat (USD) hingga penutupan perdagangan Selasa 14 November 2017. Meski pada akhirnya rupiah mengalami kenaikan satu poin ke Rp13.551 per USD. Sentimen positif yang datang diharapkan bisa terus terjadi dan memperkuat gerak nilai tukar rupiah.

‎Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada berharap, dengan mulai adanya potensi penguatan maka dapat membuat nilai tukar rupiah kembali mampu menguat. Namun, tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

"Rupiah kami perkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.558 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.518 per USD," terang Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Mata uang Garuda, lanjut Reza, sempat menguat kencang di mana pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk masuk meskipun juga dibarengi dengan masih terapresiasinya USD, seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

Adanya langkah pemerintah yang menjamin rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi, diakui Reza, tidak akan menyebabkan perubahan tarif listrik dan turut direspons positif karena diasumsikan tidak akan menciptakan lonjakan inflasi yang dapat mengganggu pertumbuhan.

Masih adanya perbedaan pendapat di parlemen Inggris, lanjut Reza, terkait Brexit membuat nilai tukar GBP cenderung stagnan dan dimanfaatkan USD untuk menguat.  "Akan tetapi, penguatan itu terimbangi dengan adanya sentimen-sentimen positif dari dalam negeri, sehingga membuat rupiah menguat walaupun hanya tipis," tutup Reza.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA