Pelemahan Rupiah Diprediksi Masih Terjadi

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 13 Nov 2017 09:37 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Rupiah Diprediksi Masih Terjadi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Mata uang rupiah mengalami pelemahan sepanjang perdagangan Jumat 10 November 2017. Pelemahan tersebut membuka peluang untuk kembali menyusut di sepanjang hari ini. Tentu diharapkan sejumlah sentimen positif bisa segera berdatangan dan membuat nilai tukar rupiah berbalik menguat.

Mata uang rupiah hingga penutupan perdagangan pekan lalu mengalami pelemahan. Rupiah ditutup melemah ke level Rp13.543 per USD, padahal pembukaan perdagangan masih berada di posisi Rp13.511 per USD.

"Pelemahan lanjutan, karena minimnya sentimen dari dalam negeri," kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 13 November 2017.

Pelemahan yang terjadi, lanjut Reza, diharapkan dapat lebih terbatas. ‎Sehingga, mata uang Garuda masih memiliki peluang untuk dapat kembali melanjutkan pergerakan positifnya.  Rupiah, masih kata Reza, akan bergerak di kisaran support Rp13.535 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.535 per USD.‎

"Tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," terang Reza, seraya menambahkan bahwa rupiah cenderung berbalik melemah seiring minimnya sentimen dari dalam negeri meskipun pergerakan USD cenderung masih melanjutkan pelemahannya.

Mata uang negeri Paman Sam yang melemah, tambah Reza, masih terkait dengan perkiraan pelaku pasar terhadap kemungkinan tertundanya pembahasan reformasi perpajakan AS. Anggota Senat AS dari Partai Republik mengumumkan proposal pajak yang berbeda dengan RUU yang diajukan mitra mereka di parlemen dalam beberapa aspek.

"Hal itu tidak memberikan dampak bagi rupiah untuk menguat di akhir minggu lalu," tutup dia.


(ABD)