Bursa Berjangka Jakarta Dilirik Asing

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 17:03 WIB
bursa berjangka jakarta
Bursa Berjangka Jakarta Dilirik Asing
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Malang: Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan saat ini banyak pelaku usaha baik dari dalam negeri maupun asing mulai melirik potensi perusahaan yang bergerak pada transaksi kontrak berjangka itu.

Dalam diskusi tentang industri perdagangan berjangka komoditas di Malang, Jawa Timur, kemarin, Paulus mengatakan minat dari pelaku usaha asing itu menunjukkan bahwa perdagangan berjangka komoditas di Indonesia memiliki potensi untuk berkembang.

"Belakangan ini dapat kami informasikan bahwa Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange banyak sekali dilirik pelaku usaha asing maupun domestik," kata Paulus.

Pelaku usaha asing itu di antara-nya berasal dari Uni Emirat Arab (UEA), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), juga Australia. Paulus menambahkan pihaknya saat ini tengah melakukan pembenahan meskipun ada perlambatan dan kelesuan ekonomi baik secara global maupun nasional. "Kami optimistis bisa menjadikan BBJ lebih baik, di kalangan negara anggota ASEAN maupun dunia," kata Paulus.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan peluang untuk berkembangnya industri perdagangan berjangka komoditas masih terbuka dan sangat menjanjikan. "Potensi sangat besar, tetapi pemahaman atas transaksi ini sangat minim," kata Fajar.

Kondisi saat ini, masyarakat masih kurang memahami seluk beluk risiko dan potensi investasi di industri perdagangan berjangka komoditas. Banyaknya praktik yang menjanjikan profit besar bebas risiko yang kecenderungannya merupakan investasi bodong, berdampak negatif terhadap kepercayaan publik.

Oleh karena itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Bachrul Chairi mengatakan pihaknya terus berupaya menyosialisasikan dan mengedukasi mengenai perdagangan berjangka komoditas.

"Paling penting ialah edukasi. Bisa dengan pola bersama asosiasi, bergerak melakukan pendekatan, terutama kepada masyarakat dan universitas untuk memberikan penjelasan," ujar Bachrul. (Media Indonesia)


(AHL)