Pedagang SUN Terbitkan Market Standar Transaksi Repo

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 12 Jan 2018 12:25 WIB
surat utangbeirepo
Pedagang SUN Terbitkan <i>Market</i> Standar Transaksi Repo
Pedagang SUN Terbitkan Market Standar Transaksi Repo. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) hari ini menerbitkan 'Market Standard' untuk Transaksi Repo atas Efek Bersifat Utang. Acuan ini akan menjadi pedoman dalam bertransaksi repo, memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan profesionalisme pelaku pasar.

"Dengan tersedianya market standard diharapakan pelaku pasar memahami mekanisme transaksi repo, meningkatkan volume, dan menerapkan standar," kata Ketua Himdasun Farida Thamrin di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Farida menjelaskan penyusunan acuan transaksi repo untuk surat utang ini telah disusun sejak 2017 dengan melibatkan pelaku pasar utang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan konsultan ahli dari Asian Development Bank (ADB).

Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan pasar repo akan membantu pengembangan pasar modal yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi sektor riil. Oleh karena itu, perlu dibuat aturan yang menjadi menjadi pedoman kedepannya.

"Mengintegrasikan pasar obligasi dengan pasar repo di Indonesia akan mendorong pengembangan alternatif sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank," jelas Hoesen.

Hoesen berharap 'Market Standard' ini dapat memberikan pemahaman yang sama antarpelaku pasar atas transaksi repo sehingga dapat meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kepercayaan antarpelaku pasar, serta mengurangi risiko sistemik di sektor jasa keuangan.

"Semoga peluncuran Market Standard Transaksi Repo Atas Efek Bersifat Utang akan diikuti dengan penerbitan 'Market Standard' Transaksi Repo Atas Efek Bersifat Ekuitas," ucap dia.

Di sisi lain, Hoesen menjelaskan perkembangan pasar modal khususnya di sektor pasar surat utang sepanjang 2017 menunjukkan tren peningkatan yang sangat positif. Hal ini terlihat dari kenaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 34,53 basis poin (bps) selama periode 2017 dari 208,45 pada Desember 2016 ke 242,98 pada Desember 2017.

Didorong iklim investasi yang semakin kondusif dan peningkatan rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat seperti Standard and Poor's dan Fitch Rating berdampak pada kepercayaan investor asing untuk masuk ke pasar surat utang yang pada akhirnya akan mendorong penurunan yield.

Rata-rata yield obligasi pemerintah telah turun sebesar 140,97 bps menjadi 6,69 persen pada 2017. Begitu pula, rata-rata yield obligasi korporasi rating A juga turun 165,15 bps menjadi 9,07 persen pada 2017.

Peningkatan kinerja pasar obligasi juga tercermin dari kenaikan rata-rata harian nilai transaksi obligasi sebesar 5,8900 dari Rp15,77 triliun pada 2016 menjadi Rp16,70 triliun pada 2017.

Likuiditas transaksi yang meningkat ini turut menopang peningkatan aktivitas transaksi repo. Tercatat total transaksi repo selama 2017 naik sebesar Rp42,04 triliun dari Rp263,17 triliun pada 2016 menjadi Rp305,21 triliun pada 2017. Serta rata-rata harian nilai transaksi repo juga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,28 triliun.

 


(AHL)


Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

18 hours Ago

Mereka mengapresiasi inovasi dan community based yang sukses terbentuk di Tukad Bindu, ya…

BERITA LAINNYA